Aduh! Setelah Wanaartha Life, Kresna Life Juga Gagal Bayar?

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
13 February 2020 16:30
Kali ini kabar di pasar menunjukkan Kresna Life sedang meminta nasabah mereka memperpanjang proteksinya di produk Kresna Link Investa (K-LITA).
Jakarta, CNBC Indonesia -Grup Kresna sedang menjadi sorotan di pasar. Setelah hampir 2 hari ramai dikabarkan menunda penarikan investasi surat utang jangka menengah (MTN) nasabah, kali ini kabar di pasar menunjukkan Kresna Life sedang meminta nasabah mereka memperpanjang proteksinya di produk Kresna Link Investa (K-LITA).

"Untuk nasabah bulan Februari 2020 sd Agustus 2020, diinfo untuk yang jatuh tempo per tanggal 10 Feb 2020 hari ini diperpanjang 6 bulan ke depan sd 10 Agustus 2020 baik yang ikat 3 bulan otomatis dipindah perpanjang ke 6 bulan dengan rate sesuai tabel di SK," ujar pesan yang beredar tersebut dan diterima hari ini (13/2/20).

Dalam pesan yang sama, ditunjukkan sudah ada pertemuan antara PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) dengan manajemen dan direksi PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) pada 11 Februari.


Ada tiga hal yang diputuskan dalam pertemuan tersebut. Pertama, Kresna Life tetap membayar bunga. Kedua, suku bunga imbalan mengikuti tabel rate yang sudah ditentukan Kresna.

Aduh! Setelah Wanaartha Life, Kresna Life Juga Gagal BayarFoto: kresna life insurance


Ketiga, nasabah agar ditenangkan dan diberi penghargaan karena sudah berpartisipasi ikut memperpanjang dan mendukung Kresna Life. Penghargaan tersebut terdiri dari tiga macam bentuk apresiasi baik untuk nasabah baru maupun yang diperpanjang.

A. Sebanyak 1 tiket + tour trip ke Jepang untuk 1 orang untuk nilai proteksi Rp 4 miliar selama 1 tahun.
B. Sebanyak 1 tiket + tour trip ke Jepang untuk 1 orang untuk nilai proteksi Rp 2 miliar selama 2 tahun.
C. Sebanyak 1 tiket + tour trip ke Jepang untuk 1 orang untuk nilai proteksi Rp 1,5 miliar selama 3 tahun.

Michael Steven, Pendiri dan CEO PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), yang merupakan induk dari Kresna Life belum memberikan respons mengenai kabar gagal bayar di Kresna Life. Begitu pula Head of Communication KREN Sirly W. Nasir juga belum memberikan respons.


Sementara itu, dalam pesan sepanjang 443 kata yang beredar tersebut dinyatakan bahwa alasan permintaan perpanjangan tersebut disebabkan oleh enam faktor.

Pertama, dikhawatirkan jika ada pencairan terburu-buru (rush) dari nasabah yang belum waktunya jatuh tempo maka dapat mengganggu arus kas (cash flow). Nasabah yang belum jatuh tempo investasi dan proteksinya belum dapat menarik dananya karena masih diinvestasikan.

Jika ada yang masih berniat mencairkan dananya meskipun rela dipotong 10%, maka dinilai dapat membuat membuat nasabah lain yang jatuh tempo pada Februari dan Maret dapat mengantisipasi dengan ikut melakukan pencairan. Hal itu dinilai tidak berkelanjutan sehingga nasabah diminta untuk memperpanjang selama 6 bulan.

Kedua, ramainya perusahaan yang gagal bayar di pasar sehingga membuat pelaku pasar panik.

Ketiga, Grup Kresna mengonfirmasi bahwa tidak berinvestasi pada saham gorengan melainkan pada saham sendiri yang masih stabil seperti KREN, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), dan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) serta pada surat utang negara (SUN), obligasi negara ritel (ORI), dan deposito-on-call perbankan.

Keempat, Grup Kresna juga merupakan kelompok usaha yang cukup besar dan gedungnya yang berada di kawasan elite Jakarta yaitu SCBD Sudirman merupakan aset yang jika dijual pun mampu mengembalikan dana nasabah.

Namun, karena Grup Kresna ingin bisnis jangka panjang sehingga sebelum terjadi rush maka diantisipasi dengan meminta nasabah memperpanjang periode investasi dan proteksinya.

Kelima, saat ini anak-anak usaha KREN diklaim sedang dilirik calon investor dari China, Korea Selaran, dan Eropa.

Keenam, dampak virus corona dinilai membuat investasi dari asing terhambat terutama investor asal China yang bisa dikarantina begitu mendarat di Indonesia. Untuk itu, jika investor asing membeli saham-saham anak usaha KREN maka sebelum 6 bulan urusan pencairan bisa rampung. Karena itu, Grup Kresna tetap menjaga saham mereka dan baru akan dijual di harga terbaik, bukan harga murah.

Situs Kresna Life menunjukkan K-LITA adalah Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) dengan minimum premi Rp 50 juta dengan uang pertanggungan Rp 25 juta dengan batas usia nasabah 17 tahun-65 tahun. Setiap penarikan di luar periode yang sudah ditentukan akan dikenakan biaya penalti sebesar 10%.

Jika nasabah meninggal, maka Kresna Life akan membayarkan uang pertanggungan sebesar 125% dari nilai investasi sekaligus ditambah dengan nilai polis.



[Gambas:Video CNBC]






(dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading