Kacau! Corona Bikin Peserta Singapore Airshow 2020 Mundur

News - Tahir Saleh, CNBC Indonesia
10 February 2020 07:58
Corona membuat hajatan Singapore Airshow jadi kurang greget karena beberapa pesera mundur.
Jakarta, CNBC Indonesia - Satu demi satu dampak virus corona yang menjangkiti Singapura kian terasa. Selain memicu kepanikan, corona telah mengacaukan hajatan andalan Singapura, salah satunya Singapore Airshow 2020. Para peserta pameran ada yang mengundurkan diri.

Padahal ajang ini pada 2018 saja, seperti dikutip Bloomberg mampu menarik 80 ribu pengunjung dan 54 ribu peserta dagang. Pada ajang ini mampu membukukan belanja US$ 247 juta, seperti diungkap survei Kadence International yang dirilis Straits Times.

Pihak panitia penyelenggara Singapore Air Show 2020 menyatakan lebih dari 70 perusahaan peserta pameran telah mengundurkan diri dari ajang bergengsi ini di tengah kekhawatiran tentang virus corona. Jumlah tiket untuk publik yang tersedia juga akan berkurang setengah dari yang ditawarkan pada ajang yang sama tahun 2018. Pada pameran kali ini rencananya ada 930 perusahaan dan 45 ribu peserta dagang.



[Gambas:Video CNBC]




Beberapa peserta utama pameran dirgantara ini, termasuk Lockheed Martin Corp dan Raytheon Co yang menarik diri akibat wabah virus corona.

Managing Director Experia Events, Leck Chet Lam, dikutip Reuters, bahwa jumlah perusahaan yang tidak hadir ini sebetulnya mewakili kurang dari 8% dari mereka yang telah mendaftar untuk acara tersebut.

Singapore Air Show 2020 akan diselenggarakan mulai 11-16 Februari di Changi Exibition Centre, Singapura. Leck mengatakan jumlah pesawat yang dipamerkan jumlahnya akan lebih sedikit dibandingkan 2018, tetapi sekitar 40-45 pesawat masih diperkirakan ditampilkan.

Leck mengatakan, acara itu akan ada pemeriksaan suhu kepada para pengunjung saat kedatangan untuk antisipasi corona.

Ada 40 kasus virus corona yang dikonfirmasi di Singapura, yang pada hari Jumat menaikkan tingkat ancaman seperti saat wabah Sistem Pernafasan Akut Parah tahun 2003 menyerang atau SARS.

Sebelumnya, wabah virus baru corona yang kian merebak membuat Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) meminta lembaga keuangan di Negeri Merlion untuk bersiap mengelola setiap peningkatan permintaan pada layanan keuangan tertentu, seperti penarikan tunai atau layanan keuangan online.



CNBC International melaporkan, sejauh ini Singapura telah melaporkan 40 kasus yang dikonfirmasi virus corona, dan menaikkan penilaian risiko nya ke tingkat siaga tertinggi kedua pada Jumat (7/2/2020). Negara berpenduduk 5,6 juta orang itu memiliki banyak kasus terkonfirmasi setelah wilayah China.

Kekhawatiran para peserta memang cukup beralasan terkait corona. Jumlah korban corona sudah melewati wabah SARS yang ketika itu menewaskan 774 orang di seluruh dunia selama epidemi Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) 2002-2003. Data terbaru korban meninggal sudah mencapai 900 jiwa karena corona.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading