Lampaui SARS, Korban Tewas Virus Corona Capai 806 Orang

News - tahir saleh, CNBC Indonesia
09 February 2020 06:58
Korban tewas dari wabah virus corona China terus bertambah dari hari ke hari.

Jakarta, CNBC Indonesia - Korban tewas dari wabah virus corona China terus bertambah dari hari ke hari. Hingga Minggu pagi (9/2/2020), korban tewas sudah mencapai 806 orang, termasuk korban warga asing pertama yang meninggal ketika beberapa wilayah lain juga memberlakukan karantina wajib demi menghentikan epidemi corona yang bikin panik global.

Berdasarkan data Gisanddata per Minggu pagi (9/2/2020), kematian virus corona (nCoV) saat ini semakin bertambah dari Sabtu malam yang mencapai 725 orang hingga Sabtu malam. Data ini dirangkum dari WHO, CDC, ECDC, NHC, dan DXY.

Sebanyak 806 orang tewas itu, sebagian besar di Hubei yakni 780 orang tewas, sementara 4 di Henan, 2 di Chingqing, 2 Beijing, 5 di Heilongjiang, 2 Hainan, 1 Hong Kong, dan 1 Filipina. Sebanyak 37.110 orang sudah terinfeksi virus ini di seluruh dunia, dari jumlah itu 36.767 dari China daratan. Sementara 2.615 orang recovery atau masuk tahap pemulihan.

Foto: Hong Kong Terkena Corona. (AP Photo/Ng Han Guan)


Korban tewas dari wabah virus corona China terus bertambah pada Sabtu dan Minggu, termasuk korban asing pertama. Dengan menelan korban 86 orang di China daratan, korban terbanyak dalam sehari, maka jumlah korban corona 806 orang ini sudah melewati wabah SARS yang ketika itu menewaskan 774 orang di seluruh dunia selama epidemi Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) 2002-2003.

Seperti dilaporkan AFP, seorang warga negara AS berusia 60 tahun yang didiagnosis mengidap virus corona akhirnya meninggal dunia pada Kamis (6/2/) di Wuhan, kota yang menjadi awal penyebaran virus ini. Namun kedutaan besar AS, yang tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang korban tersebut.

Seorang pria Jepang berusia 60-an yang diduga terinfeksi corona juga meninggal di rumah sakit di Wuhan, tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Jepang, seraya menambahkan bahwa "sulit" untuk memastikan apakah ia menderita penyakit itu atau tidak.


Sebelumnya pada Selasa (4/2/2020),
Hong Kong melaporkan satu kematian akibat virus corona. Ini menjadikan Hong Kong sebagai wilayah di luar daratan China kedua yang melaporkan kasus kematian akibat coronavirus. Sebelumnya, Filipina melaporkan korban tewas akibat virus corona, pertama di luar China daratan, pada Minggu.

Saat ini hampir 35.000 orang telah terinfeksi oleh virus baru ini, yang diyakini berada dari pasar yang menjual hewan liar di Wuhan pada tahun lalu sebelum akhirnya virus 'biadab'. ini menyebar ke seluruh China.

Epidemi corona pun memicu pemerintah mengisolir kota yang dihuni puluhan juta orang karena wabah terus menyebar. Kemarahan pun meningkat seiring dengan belum optimalnya penanganan krisis, terutama setelah seorang dokter yang memberikan peringatan dini atas virus ini ikut menjadi korban.

Wakil Perdana Menteri Sun Chunlan, dalam kunjungannya ke Wuhan, kota yang dikarantina pekan ini, menginstruksikan para pejabat untuk mengambil pendekatan "masa perang" ketika mereka menerapkan langkah-langkah drastis yang mencakup menyisir kota untuk penduduk yang demam.



Dengan kepanikan di seluruh dunia, lebih dari 320 kasus telah muncul di hampir 30 negara lain, para peneliti berlomba untuk menemukan perawatan dan vaksin untuk melawan virus.

Hong Kong mulai memberlakukan karantina dua minggu bagi siapa pun yang datang dari China daratan, dengan ancaman denda dan hukuman penjara.

Kebanyakan orang dapat dikarantina di rumah atau di hotel tetapi mereka akan menghadapi panggilan telepon harian dan pemeriksaan mendadak. Hong Kong yang menjadi pusat keuangan itu memiliki 25 kasus yang dikonfirmasi dengan satu pasien yang meninggal awal pekan ini.

Kota ini resah karena virus telah menghidupkan kembali ingatan tentang wabah SARS yang menewaskan 299 di kota semi-otonom itu alias wilayah administratif China itu.

[Gambas:Video CNBC]


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading