Jokowi Soroti Jutaan Orang Ogah Naik Pesawat, Gegara Mahal?

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
07 February 2020 09:25
Jokowi Soroti Jutaan Orang Ogah Naik Pesawat, Gegara Mahal?
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) baru merilis perkembangan transportasi nasional selama 2019. Ada data menarik, yaitu berkurangnya secara drastis penumpang yang menggunakan pesawat terbang.

"Jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari-Desember 2019 mencapai 76,7 juta orang atau turun 18,54% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 94,1 juta orang," tulis BPS dalam laporannya, Senin (3/1/2020).

Dengan kata lain, sekitar 17,4 juta orang sudah tidak lagi menggunakan pesawat terbang pada tahun lalu.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, perihal turunnya penumpang pesawat tersebut sudah dibicarakan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Setidaknya ada tiga daerah yang mengalami dampak penurunan jumlah penumpang pesawat.

"Mengenai tiket terjangkau, kami sudah rapatkan. Pertama kali arahan Presiden memang karena yang paling terdampak adalah tiga daerah. Satu Sulawesi Utara, kedua Kepulauan Riau, yang ketiga baru Bali," ujarnya di ruang rapat Komisi V DPR RI, beberapa hari lalu.

Anjloknya penurunan penumpang pesawat tersebut, pada akhirnya berdampak pada sektor pariwisata, terutama turis domestik. Pemerintah pun menyiapkan beberapa skema untuk mencari jalan keluar persoalan ini.


"Karenanya kita upayakan wisatawan lokal, termasuk kami diminta untuk mengadakan kegiatan-kegiatan di minimal tiga tempat itu. Jadi bundling antara tiket dengan hotel, itu dilakukan atas arahan presiden," ujar Budi.

Selain itu, harga avtur juga jadi penyumbang mahalnya harga tiket. Budi Karya pun menagih janji DPR untuk mendudukkan semua stakeholder terkait

"Sekalipun tidak langsung berkaitan, saya ingin menjawab tiket, saya ingin mengingatkan bahwa komisi V akan undang komisi VII untuk bicara tentang avtur, karena sampai saat ini masih mahal," tuturnya.

Selisih harga jual avtur di Jakarta dengan di sejumlah daerah di Indonesia timur mencapai 20%, sebut Budi Karya. Karenanya, dia ingin semua stakeholder duduk bersama.

"Avtur seperti yang kita sampaikan, kalau kementerian BUMN, ESDM, Pertamina dan penggunaannya adalah Garuda, Lion ikut rapat, terjadi suatu kesimpulan yang baik mestinya," paparnya.




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading