Masuk Tol Tanpa Buka Kaca, RI Pakai Teknologi Hungaria

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
24 January 2020 11:54
Masuk Tol Tanpa Buka Kaca, RI Pakai Teknologi Hungaria
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia dan Hungaria menjajaki kerja sama di sejumlah pembangunan infrastruktur di Indonesia. Salah satunya, dalam Teknologi Nirsentuh/Multi Lane Free Flow (MLFF) pada gerbang tol.

Kerjas ama ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto, menindaklanjuti pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, Kamis (23/1).

Mengutip laman, Sekretariat Kabinet, Basuki mengatakan bahwa pemerintah Hungaria sedang menyiapkan dokumen untuk proses tender/lelang untuk berpartisipasi menyediakan teknologi nirsentuh.


"Jadi meskipun pemerintah Hungaria merupakan pemrakarsa teknologi tersebut, mereka harus tetap mengikuti proses lelang," kata Basuki, Jumat (24/1/2020).

"Selayaknya proses lelang, jika nanti ada pihak lain menawarkan teknologi yang sama dengan harga yang lebih rendah, maka pihak dari Hungaria berhak untuk menyamakan penawaran," tuturnya.

Basuki mengatakan, proses lelang implementasi teknologi nirsentuh pada gerbang tol akan dimulai pada April 2020 dan ditargetkan pengumuman pemenang sudah keluar pada akhir tahun 2020.

Kementerian PUPR telah menerima prakarsa proyek tersebut dari perusahaan asal Hungaria, yakni Roatex Ltd. Zrt dan telah disetujui sebagai pemrakarsa proyek sejak 31 Oktober 2019 lalu.

Saat ini Roatex Ltd. Zrt sedang menyempurnakan Studi Kelayakan dan penyiapan Dokumen Badan Usaha yang akan melaksanakan dan mengelola pembayaran non tunai nirsentuh paling lambat 31 Januari 2020.

Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Peter Szijjarto menyatakan, untuk membangun sistem tersebut pada gerbang Tol membutuhkan perkiraan biaya sekitar US$ 90 juta.

"Namun nanti akan tergantung proses lelang dengan kompetisi," kata Peter.

Direktur Perumusan Kebijakan dan Evaluasi, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Herry Trisaputra Zuna mengatakan perusahaan asal Hungaria tersebut menawarkan teknologi GNSS atau Global Navigation Satellite System.

"Jika dibandingkan dengan Radio Frequency Identification [RFI] yang telah diterapkan saat ini membutuhkan alat pembaca di setiap tempat, tapi kalau satelit alat pembacanya tidak harus di setiap tempat. Sehingga bisa lebih murah," kata Hery.

GNSS merupakan sistem pembayaran yang menggunakan alat yang dipasang di mobil dan dibaca lewat satelit. Penggunaan GNSS banyak diterapkan di negara-negara Eropa Timur termasuk Hungaria.



Herry menyatakan penerapan teknologi nirsentuh pada gerbang jalan tol akan dilakukan secara bertahap dengan peralihan ke sistem RFID terlebih dulu.

"Kalau teknologi MLFF nanti semua kendaraan harus diregistrasi terlebih dulu, sehingga pada tahap awal akan dipakai dulu sistem RFID untuk meregister. Setelah semua 100% terdaftar baru pindah ke GNSS," katanya.


[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading