Top, Jokowi Pangkas Subsidi Energi Rp 737 T Dalam 4 Tahun!

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
09 January 2020 14:52
Di zaman Jokowi, subsidi energi dipangkas habis. Keuangan RI selamat Rp 737 triliun dalam 4 tahun!
Jakarta, CNBC Indonesia- Subsidi di sektor energi terus menurun. Sepanjang 2019, subsidi yang dikucurkan oleh pemerintah untuk BBM, LPG, dan Listrik tercatat Rp 135,4 triliun.

Rincinya adalah:
Subsidi listrik Rp 49,7 triliun
Subsidi BBM dan LPG Rp 85,7 triliun

Realisasi ini lebih kecil dibanding subsidi energi yang dihabiskan pemerintah di 2018 lalu yang mencapai Rp 153 triliun, di mana untuk listrik Rp 56,5 triliun dan BBM/LPG Rp 97 triliun.


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjelaskan secara berturut-turut, subsidi energi memang terus menurun dalam 4 tahun terakhir dibanding periode 2011 sampai 2014 lalu. Di mana saat itu tiap tahunnya RI bisa habiskan sampai Rp 300 triliun hanya untuk subsidi bahan bakar.

"Subsidi energi 4 tahun terakhir dipangkas Rp 737 triliun dibanding 4 tahun sebelumnya, dialihkan untuk belanja yang lebih produktif," katanya dalam paparan di Kementerian ESDM, Kamis (09/01/2020).

Hitungannya adalah, subsidi energi sepanjang 2011-2014 habiskan Rp 1214 triliun. Sementara di 2015 sampai 2018, pemerintahan Jokowi hanya kucurkan Rp 477 triliun untuk subsidi BBM dan kawan-kawan. 

[Gambas:Video CNBC]




Selain itu, Arifin menjelaskan faktor lain penyebab turunnya subsidi energi karena harga minyak mentah atau Indonesia Crude Prize (ICP) yang juga turun. "Memang demand dunia turun harga minyak turun jadi ICP turun, subsidi ya tadi kerena kursnya turun, harga ICP tinggi patokannya tiba-tiba pada kenyataannya di bawah," ungkapnya di Kementerian ESDM, Kamis, (9/01/2020).



Arifin menerangkan tahun 2019 berdasarkan asumsi makro ICP ditetapkan sebesar US$ 70 per barel dengan kurs Rp 15.000 per dolar. Namun pada kenyataannya rata-rata ICP US$ 62,37 per barel dan rupiah melemah menjadi Rp 14.102 per dolar. "Dari US$ 70 ke US$ 60 ada gap US$ 10 di kali penguatan rupiah 1.000 jadi 10.000 per satuan. Jadi itulah yang menyebabkan penurunan subsidi. Kita masih gunakan bahan-bahan impor untuk mendukung penyediaan energi kita," terangnya.

Berikut adalah rincian subsidi energi beberapa tahun terakhir:

2011 Rp 255,6 triliun
2012 Rp 306,5 triliun
2013 Rp 310 triliun
2014 Rp 341,8 triliun
2015 Rp 119,1 triliun
2016 Rp 106,8 triliun
2017 Rp 97,6 triliun
2018 Rp 153,5 triliun
2019 Rp 135,4 triliun


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading