Ahok Kesal, Harga BBM Pertamina Tak Efisien & Bebani Konsumen

News - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
06 January 2020 11:56
Sebagai komisaris utama PT Pertamina (Persero), Ahok mengaku gemas melihat beberapa hal yang bikin harga BBM tak efisien dan bebani konsumen.
Jakarta, CNBC Indonesia- Duduk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sebulan lebih, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mulai mengkritisi sejumlah kondisi di tubuh pelat merah migas terbesar di Indonesia tersebut.

Dalam pesan singkatnya kepada CNBC Indonesia, Ahok menceritakan beberapa permasalahan terkait soal impor BBM dan juga harga BBM.

Pertama, Ahok menyebut soal penurunan harga BBM non subsidi. Ia mengapresiasi kinerja tim di tubuh Pertamina, namun ia juga mengakui bahwa perubahan harga tersebut termasuk telat. Mengingat, SPBU asing seperti Shell dan kawan-kawan sudah mulai turunkan harga per 1 Januari 2019.


Curhat Ahok berlanjut, menurutnya soal harga BBM ini ada yang sedang menjadi fokus perhatiannya yakni soal efisiensi. Misal soal kondisi jetty atau dermaga yang menurutnya sengaja dibiarkan rusak.

[Gambas:Video CNBC]



"Jetty dibiarkan rusak agar sewa kapal jadi lama, kena denda. Ke depan harus tekan lagi harganya," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (06/1/2020).

Hal ini, kata dia, membuat hitungan harga BBM tidak efisien. "Tidak efisien dan bebankan ke konsumen," katanya.


Soal impor minyak dan BBM, ia juga mengkritik soal kontrak yang berlangsung antara Pertamina dan pemasok selama ini. Ia menyayangkan, kontrak yang diteken rata-rata dalam jangka pendek.



"Pendek, 3-6 bulan, mayoritas dari Singapura yang masuk," kata dia.

Sebagai komisaris utama, ia juga mengaku punya keterbatasan untuk bergerak di Pertamina. "Komut agak sulit untuk cepat," ujarnya.




(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading