(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto),
CNBC Indonesia
03 January 2020 09:47
Melihat warga Ciledug Indah, Tangerang yang memenuhi masjid untuk mengungsi ditengah bencana banjir jakarta.
Hermawati menidurkan Chandra bayi berusia 40 hari saat mengungsi di Masjid Jami Al-Irsyad, Tangerang, Kamis (2/1/2020). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Hermawati adalah salah satu keluarga dari ratusan warga yang mengungsi akibat banjir yang melanda sejak Rabu (1/1/2020) di perumahan Ciledug Indah di Masjid Al-Irsyad. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Masjid Jami Al-Irsyad saat ini menampung 453 warga dari 86 kepala keluarga yang mengungsi dengan rincian 48 balita dan 42 lansia. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Dari pantauan dilapangan para pengungsi tetap khusyu menjalankan ibadah dipengungsian tempat mereka tinggal saat ini. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Para pengungsi memilih pakaian bekas yang masih bisa digunakan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Hingga kini sekitar seribu jiwa telah dievakuasi dari perumahan Ciledug Indah 1 dan Ciledug Indah 2 akibat banjir yang melanda. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Genangan banjir di Kompleks Ciledug Indah, Tangerang masih memenuhi kawasan tersebut. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Pengungsi terlihat tertidur dilantai 2 masjid, kondisi dilapangan hampir semua pengungsi memenuhi lantai dasar masjid. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Hingga larut malam anak - anak pengungsian juga belum terlelap tidur, warga tetap siaga akan terjadinya banjir susulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Ketinggian air banjir kemarin hampir mencapai atap rumah di Kompleks Ciledug Indah I. Sementara, kondisi air di Kompleks Ciledug Indah II lebih rendah. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)