Tarif Cukai Tembakau Naik, Rokok di Toko: Masih Harga Normal

News - Efrem Limsan Siregar, CNBC Indonesia
03 January 2020 08:57
Tarif Cukai Tembakau Naik, Rokok di Toko: Masih Harga Normal
Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) sekitar 23% dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35% telah ditetapkan berlaku mulai 1 Januari 2020.

Namun, belum semua pedagang toko dan mini market menyesuaikannya. Penjualan rokok masih memakai harga lama.


Pantauan CNBC Indonesia di Indomaret kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, menemukan harga rokok Sampoerna Mild tetap dijual pada harga Rp21.000 per bungkus. Rokok Surya 12 dijual dengan harga Rp17.400 per bungkus dan rokok lainnya masih dalam nominal harga lama.


Pegawai Indomaret tersebut mengaku belum mendapat arahan dari manajemen untuk menaikkan harga rokok terbaru. Kondisi serupa ternyata terjadi di minimarket Alfamart, Bidara Cina, Jakarta Timur.

Harga rokok yang dijual di Alfamart tersebut tak naik signifikan, hanya berkisar antara Rp300 sampai Rp1000. Artinya, kenaikan semacam ini adalah hal biasa yang dilakukan manajemen ritel. Belum ada penyesuaian dari tarif cukai atau HJE terbaru.

"Belum ada informasi apa akan ada kenaikan rokok," kata Ade saat ditanya apakah akan ada penyesuaian harga setelah cukai ditetapkan naik.

Belum adanya penyesuaian harga juga ditemukan di toko kelontong milik pedagang bernama Agus. Harga rokok di tempatnya masih memakai harga lama.


Rokok Sampoerna Mild dijualnya dengan harga Rp21.500 per bungkus, Djarum Super seharga 12 Rp16.400 per bungkus dan Surya 12 seharga Rp16.500 per bungkus.

Meski dirinya mengaku mengetahui ada kenaikan cukai rokok yang sudah ditetapkan, dia memilih menunda untuk menyesuaikannya.

Agus khawatir kenaikan harga jual yang sangat drastis akan mempengaruhi penjualannya. Ia memperkirakan, konsumen akan berkurang pula seiring penyesuaian tarif.

"Saya sudah tahu harga naik, tarif dari bea cukai. Tapi, saya nggak berani dulu naikkan. Nggak naik saja ga ada yang beli," kata Agus.

Toh, rokok yang didistribusikan dari agen masih berharga lama. Sehingga dia menganggap untuk saat ini belum tepat menaruh harga sesuai tarif cukai rokok dan HJE terbaru.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading