Begini Kronologi Tarif Listrik 900 VA Batal Naik di 2020

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
30 December 2019 09:51
Begini Kronologi Tarif Listrik 900 VA Batal Naik di 2020
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan tidak ada penyesuaian tarif listrik golongan 900 Volt Ampere (VA) bagi Rumah Tangga Mampu (RTM) tahun 2020.

Begitu juga dengan pencabutan subsidi di kelompok tersebut.

"Belum ada [kenaikan], jaga kestabilan dulu lah," ucapnya saat dijumpai di kantornya, Jumat (27/12/2019).

Arifin menerangkan penundaan penyesuaian tarif dan subsidi karena pihaknya membutuhkan verifikasi data pelanggan yang lebih rinci. Meski sebelumnya PLN telah mengajukan data kelompok yang terdampak rencana pencabutan subsidi, namun pencabutan subsidi dirasa belum perlu dilakukan.



"Masih banyak yang bisa dihemat," tegasnya.

Beberapa hal yang bisa dihemat yakni melalui penggunaan bahan bakar yang lebih efisien di tubuh PT PLN (Persero), misal mengurangi penggunaan diesel.

Terkait validasi dan evaluasi data, Arifin belum bisa memastikan sampai kapan akan berlangsung. Namun yang jelas tahun depan belum ada rencana kenaikan tarif listrik.

"Sampai PLN siap dengan data-datanya. Kan harus lewat banyak ini, nanti salah diomelin lagi," paparnya.

Padahal, sebelumnya pada September, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat mencabut subsidi bagi kelompok rumah tangga 900 watt. Akan tetapi anggota baru DPR, meminta agar rencana tersebut dibatalkan.

Dalam rapat dengar pendapat antara Komisi VII dengan DPR beberapa pekan lalu, DPR meminta agar mempertimbangkan lagi rencana penyesuaian tarif tahun depan. Selain itu juga diminta menyediakan data-data akurat untuk kelompok pelanggan subsidi dan pelanggan non subsidi.


Selain itu, juga 900 VA, yang terbagi atas rumah tangga mampu dan kurang mampu. PLN sebelumnya telah melakukan hitung-hitungan, jika tarif ini naik akan berdampak pada 6,7 juta pelanggan dan hasilkan penghematan hingga Rp 7 triliun bagi keuangan perusahaan setrum negara.

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan keputusan pemerintah untuk tidak mencabut subsidi pelanggan 900 VA RTM sudah sangat tepat, yang menunjukkan keperpihakan Pemerintah kepada rakyat.

"Pasalnya, sebagian pelanggan 900 VA RTM sesungguhnya termasuk dalam Rumah Tangga Rentan Miskin. Mereka akan jatuh miskin apabila pengeluaran untuk biaya listrik dan BBM dinaikkan, sedangkan penghasilan mereka tetap," ungkapnya Senin, (30/12/2019).


Namun, agar kebijakan itu tidak memberatkan beban PLN di tengah fluktuasi harga batu bara dunia, selain perpanjangan domestic market obligation (DMO) batu bara, besaran DMO harga batu bara sebesar US$ 70 per metric ton itu perlu dipertimbangkan untuk diturunkan hingga menjadi US$ 60 per metric ton.

"Pertimbangannya, selama 2019 harga batu bara cenderung turun yang mencapai rata-rata US$ 63 per metrik ton," terangnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia meminta agar pemerintah kembali mengkaji harga jual batu bara domestik atau DMO. Kebijakan ini baginya tidak adil bagi pengusaha.

"Adil bagi pengguna atau masyarakat tapi bagi pengusaha sih tidak fair. Saya kira sih ini harga dikembalikan ke pasar, baru diatur mekanisme yang tepat," ungkapnya, Rabu, (11/12/2019).

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading