Internasional

Turki Protes China Soal Muslim Uighur

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
22 December 2019 06:46
Turki Protes China Soal Muslim Uighur
Jakarta, CNBC IndonesiaTurki dilanda aksi protes. Kali ini, 1.000 orang berkumpul di di Istambul untuk memprotes dugaan persekusi dan diskriminasi yang dilakukan pemerintah China kepada kelompok minoritas di Xinjiang, Muslim Uighur.

Sebagaimana ditulis AFP, lautan massa terlihat berbaris dari Masjid Fatih di Istambul bagian Eropa hingga alun-alun Beyazit. Demo yang diinisiasi Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) ini menyerukan diakhirinya 'penahanan' yang diyakini telah dilakukan China pada Uighur.


"Tutup kamp konsentrasi," tulis sejumlah poster yang dibawa pendemo.


Beberapa pendemo-pun membawa bendera Turkestan Timur, istilah yang digunakan separatis Uighur untuk memisahkan diri dari China. Di sisi lain, menurut AFP, sejumlah orang terlihat membakar bendera China.

Mereka pun mengkiritik pemimpin Muslim, yang dituding tak bersuara. Sebelumnya, persoalan Muslim Uighur menjadi viral setelah striker Arsenal Mesut Ozil mengkritik China secara terbuka di Twitternya.


Isu dugaan penganiayaan terhadap Muslim Uighur di negara ini telah beredar cukup lama. Sebelumnya, foto-foto satelit telah mengungkapkan bahwa puluhan kuburan di wilayah barat laut China telah dihancurkan, dan pembongkaran situs-situs keagamaan Islam telah dilakukan dalam dua tahun terakhir.

PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia dunia memperkirakan ada sekitar 1 juta sampai 2 juta orang yang ditahan dalam kamp yang diduga sebagai tempat penganiayaan tersebut. Sebagian besar dari mereka yang ditahan adalah etnik Uighur Muslim.

Sementara itu, China membantah tudingan ini. Duta Besar China untuk Australia Cheng Jingye mengatakan berita tersebut palsu atau hoax.

Ia mengatakan berita itu disebarluaskan guna menghancurkan pandangan dunia akan langkah deradikalisasi yang gencar dilakukan pada separatis

"Penahanan massal di provinsi Xinjiang tidak ada hubungannya dengan hak asasi manusia, tidak ada hubungannya dengan agama dan tidak berbeda dengan tindakan anti-terorisme negara lain." kata Cheng Jingye dikutip dari the Guardian, Jumat (20/12/2018).

[Gambas:Video CNBC]



(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading