Internasional

Trump Apes! Dimakzulkan, Kini Pemerintahan Terancam Shutdown?

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
20 December 2019 07:06
Trump Apes! Dimakzulkan, Kini Pemerintahan Terancam Shutdown?
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dimakzulkan DPR AS, yang dikuasai Partai Demokrat. DPR AS mendakwa Trump dengan dua pasal, yakni penyalahgunaan kekuasaan dan juga obstruksi (upaya menghalang-halangi) kongres.

Meski demikian, karena AS memiliki sistem parlemen bikameral atau dua kamar, proses akan berlanjut di Senat AS. Sehingga Trump belum benar-benar akan meninggalkan kursi kepresidenannya sampai ada ketok palu dari lembaga ini.


Namun nasib malang sepertinya belum akan menjauh dari Trump. Kali ini, pemerintahan presiden kontroversial itu terancam stop operasi alias shutdown.


Karenanya kini Senat AS, yang didominasi partai Republik pendukung Trump berupaya menyelamatkan pemerintahan mantan pebisnis tersebut, agar semua layanan tak berhenti. Kamis (19/12/2019), Senat mengeluarkan dua rancangan UU (RUU) untuk mencegah shutdown terjadi.

Inti dari keduanya adalah menambah anggaran pemerintah federal sekitar US$ 1,4 triliun. Anggaran pemerintah Trump diperkirakan akan habis Sabtu (21/12/2018).

"Senat sudah menyetujui anggaran tersebut," tulis CNBC International.

"Presiden (Donald Trump) perlu untuk menandatangani di Jumat ini, agar semua departemen bisa tetap beroperasi sebagaimana mestinya."


Penambahan anggaran US$ 1,4 triliun akan salurkan ke militer dan program-program domestik. Termasuk dipakai guna menghapus UU layanan kesehatan federal yang dikenal dengan nama Affordable Care Act (ACA) dan revisi aturan umur pembeli tembakau menjadi 21 tahun.

Sebenarya dalam masa pemerintahan Trump, telah terjadi government shutdown beberapa kali. Periode terlama dari penutupan pemerintahan di AS adalah pada Desember 2018 hingga Januari 2019, yang berlangsung selama 35 hari.

Pada masa itu, sebagian kegiatan pemerintahan di AS dihentikan dan ratusan ribu pegawai negerinya terpaksa diliburkan tanpa digaji.

Sebelumnya, mengakhiri tahun fiskal 2019, pemerintah AS mencatat defisit keuangan yang sangat besar. Bahkan paling besar selama tujuh tahun terakhir.

Kenaikan penerimaan pajak ternyata tidak diimbangi oleh pengeluaran. Di mana, pengeluaran AS lebih tinggi dan pembayaran utang pun meningkat.

Menurut Reuters, defisit anggaran AS naik menjadi US$ 984 miliar atau setara dengan 4,6% PDB. Sebelumnya, defisit AS mencapai US$ 779 miliar atau setara dengan 3,8% PDB.

Total defisit naik 4% ke US$ 3,5 triliun tapi pengeluaran meningkat 8,2% menjadi US$ 4,4 triliun.

Defisit pernah mencapai puncaknya pada pemerintahan Presiden Barrack Obama tahun 2009. Saat itu defisit tercatat sebesar US$ 1,4 triliun.

[Gambas:Video CNBC]



(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading