Ada KPK di Kementerian ESDM, Bahas Mafia Migas?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
18 December 2019 20:57
ESDM menggelar pertemuan dengan KPK siang ini, membahas soal korupsi dan mafia migas?
Jakarta, CNBC Indonesia- Ada rombongan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hari ini. Membahas soal mafia migas yang disinggung oleh Presiden Joko Widodo dalam beberapa bulan terakhir?

Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan kedatangan KPK ke kementerian lebih untuk memperingati hari anti korupsi. Dalam acara tersebut yang dibahas di antaranya adalah contoh-contoh korupsi dari kementerian lain.

Sehingga, bisa dijadikan pelajaran agar jangan sampai terjadi di Kementerian ESDM. "Itu contoh-contoh di tempat lain, di migas nggak ada (tidak dicontohkan), contohnya kan e-KTP," ujarnya, Rabu (18/12/2019).


Bicara soal mafia migas, Djoko yang sebelumnya bergabung di Tim Reformasi Tata Kelola Migas kini juga tak banyak bersuara menanggapi isu yang sedang hangat tersebut.

[Gambas:Video CNBC]



Padahal Presiden Joko Widodo menyebut ada peran mafia migas yang menyebabkan impor minyak RI terus membengkak.

"Tadi nggak bahas ini (mafia migas). Nggak ada (mafia)," ungkapnya. Padahal Djoko terbilang vokal mengkritisi keberadaan mafia migas sewaktu berada di tim dulu. Khususnya terkait keberadaan mafia migas di tubuh Pertamina Energy Trading Limited (Petral), anak usaha dari PT Pertamina (Persero).

Dua bulan terakhir, Presiden Joko Widodo memang tak henti menyinggung dan mengancam siapapun yang membuat RI tak berhenti impor minyak. Jokowi mengklaim sudah tahu siapa saja oknum yang ada di belakang impor tersebut.



Ia meyakini, di balik impor 800 ribu barel sehari minyak mentah dan BBM, ada pihak-pihak yang mengeruk untung besar. Ini juga salah satu sebab RI susah bangun kilang dalam 30 tahun terakhir.

"Saya cari, sudah ketemu siapa yang seneng impor sudah mengerti saya. Saya ingatkan bolak balik kamu hati-hati, saya ikuti kamu, jangan halangi orang ingin membikin batu bara jadi gas. Gara gara kamu senang impor gas. Kalau ini bisa dibikin sudah nggak ada impor gas lagi. Saya kerja apa Pak? Ya terserah kamu. Kamu sudah lama menikmati ini," tutur Jokowi dalam acara pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12/2019). 


(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading