Ditolak OJK, Ilham Habibie Masih Ngotot Caplok Muamalat

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
16 December 2019 13:46
Ditolak OJK, Ilham Habibie Masih Ngotot Caplok Muamalat
Jakarta, CNBC Indonesia- Komisaris Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Ilham Habibie menegaskan bahwa konsorsium Al Falah Investments PTE Limited yang paling siap untuk menyuntikkan modal ke bank syariah pertama di Indonesia ini.

Meski demikian, konsorsium investasi ini pernah ditolak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk masuk sebagai pemegang saham dari Bank Muamalat.

"Ya masih seperti semula, jadi pernah ada penawaran dari Al Falah itu masih berlaku tapi sampai saat ini belum ada kesepakatan. OJK tidak menyetujui itu, jadi masih dalam bahasan," ujar Ilham seusai RUPS Luar Biasa Bank Muamalat, Senin (16/12/2019).


Ilham menegaskan hanya konsorsium Al Falah yang paling terdepan dan termaju dalam menyuntikkan modal ke Muamalat. Konsorsium ini sebelumnya telah memiliki komitmen suntikan modal sebesar Rp 4 triliun.


"Saya kira itu udah ada pernyataan dari OJK kan. Jadi dalam hal itu, dia (OJK) minta Rp 4 triliun di escrow, waktu itu di-escrow Rp 2 triliun. Tapi sudah ditarik lagi, sudah lama. Karena tidak sustain," ujarnya.

Meski demikian, bila OJK tak mengizinkan konsorsium Al Falah untuk masuk ke pemegang saham Muamalat, maka pihaknya akan mencari investor lain.

Sebelumnya Pemegang saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI) menyetujui rencana penawaran umum terbatas atau rights issue senilai Rp 6 triliun dan penerbitan sukuk Rp 6 triliun untuk menambah permodalan perseroan.

Hal tersebut disampaikan Komisaris Utama BMI Ilham Habibie usai melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

"Jadi kita barusan mengadakan RUPSLB untuk membahas dan menyetujui 3 hal. Pertama, rencana penawaran umum terbatas IV atau right issue dilanjutkan dan alhamdulillah disetujui secara musyawarah dan mufakat," kata Ilham di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Kedua, lanjut Ilham, pemegang saham BMI menyetujui penerbitan sukuk Rp 6 triliun. Ketiga, penetapan susunan baru Dewan Pengawas Syariah, setelah Ma'ruf Amin mengundurkan diri karena telah menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia.

Ilham menjelaskan, bahwa rights issue yang dilaksanakan ke depan merupakan proses kelanjutan dari rencana rights issue yang beberapa kali direncanakan.

"Kita mau tetap berupaya melakukan hal yg sama yaitu rights issue dan kita juga dalam hubungan memperkuat bank Mualamat. Kita memang sudah pernah mengajukan permohonan untuk diperbolehkan menerbitkan sukuk rupiah senilai Rp 6 triliun itu kita lakukan lagi, karena kita masih memperjuangkan itu, masih dalam proses," kata Ilham.


[Gambas:Video CNBC]


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading