Tolak Ekspor Benih Lobster, Susi Sindir Edhy & Luhut

News - Sandi Ferry, CNBC Indonesia
16 December 2019 08:48
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti periode 2014-2019 kembali bereaksi soal rencana ekspor benih lobster. Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti periode 2014-2019 kembali menyuarakan kegelisahannya terhadap rencana kebijakan ekspor lobster yang diusung oleh Menteri KKP saat ini, Edhy Prabowo.

Namun, sasarannya bukan hanya terhadap Edhy, melainkan juga Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan karena dukungannya terhadap rencana tersebut.

Hal ini diungkapkan Susi melalui akun Twitter resminya @susipudjiastuti . Melalui berita dari CNBC Indonesia, pemilik Susi Air itu sembari menjelaskan foto ilustrasi lobster yang dimuat.


"Lobster di foto ini: Lobster Mutiara, berat kira2..1,2 kg sd 1,4 kg Harga per kg nya saat ini min Rp 5 jt. Bibitnya diambil dr Laut diekspor ke Vietnam per ekor cuma Rp 139.000. Bener kita harus ekspor bibitnya?? Apa tidak lebih baik tunggu besar & jual dg harga lebih dr 30Xnya ??? " tulis unggahannya pada Minggu (15/12/2019).


Susi terlihat geram dengan wacana tersebut. Hal ini karena sesuai dengan kebijakannya kala menjabat, potensi ekonomi besar bisa diraup jika lobster diekspor setelah besar, bukan mengekspor saat masih menjadi benih.

Perbedaan nilainya sangat besar, dia menilai bahkan bisa membeli banyak motor Harley Davidson sekaligus.

"1 backpack bibit lobster +_ min 8000ekor Rpnya sama dg 2 harley= 60 Brompton, kalau bibit ini tidak diambil, di laut & jadi besar nilai jd min. 20 harley = 600 brompton, tidak usah kasih makan, Tuhan yg memelihara, manusia bersabar,menjaga pengambilannya. Tuhan lipatkan gandakan," kata Susi di Twitternya, Sabtu (14/12/2019).


Praktek ilegal dalam penyelundupan benih lobster sebenarnya sudah diendus oleh Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK). Angkanya tidak main-main, yakni aliran dana mencapai Rp 900 miliar.

Susi nampaknya setuju dengan laporan tersebut. Tidak ketinggalan, dia pun menyebut ada laporan yang masuk padanya.

"WA masuk: Slmt mlm mlm Bu, semoga sehat sukses selalu.
Update ongkos pemilik bagasi atau koperman penyelundupan Baby Lobster
Rate:
Jambi @ 85 juta rupiah per koper
Jakarta @ 115 juta rupiah per koper
Surabaya @ 100 juta rupiah per koper
Per koper / 30 ribu ekor baby lobster," ungkapnya kembali via Twitter, Minggu pagi (15/12/2019).

Sebelumnya, pernyataan Menteri KKP Edhy Prabowo terkait kemungkinan membuka ekspor benih lobster memang menuai kontroversi.


Alasan kemungkinan membuka kembali keran ekspor benih lobster adalah potensi pasar yang besar. Potensi tersebut baru disadari oleh Edhy saat mengirimkan tim ke Vietnam untuk memantau harga benih lobster.

Edhy mengaku kaget karena benih lobster yang dijual di Vietnam harganya lebih tinggi dibanding harga jual dari nelayan Indonesia.

"Paling mahal itu Rp 139 ribu satu benih. Gila, satu benih baby lobster itu Rp 139 ribu? 'iya pak susah barangnya sekarang. Biasanya hanya Rp 50-70 ribuan, " kata Edhy di Rakornas KKP Hotel Borobudur, Rabu, (4/12/2019).

Keputusan Edhy tersebut nyatanya didukung Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, ada dampak ekonomi yang besar dari rencana tersebut.

"Nilai tambah juga, daripada sekarang ini diselundupin 80 persen, lebih bagus dikontrol. Kan ujung-ujungnya pengawasan," kata Luhut di kantornya kamis (12/12/2019).

Ekspor benih lobster, yes or no?

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Gantikan Susi, Ini Agenda Hari Pertama Edhy Prabowo


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading