Megawati Buka-bukaan Soal Selamatkan Prabowo dari Stateless

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
03 December 2019 16:11
Megawati Buka-bukaan Soal Selamatkan Prabowo dari Stateless Foto: Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (dok. PDI Perjuanagan)
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo menghadiri Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/12/2019). Turut hadir antara lain Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang juga presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Saat memberikan sambutan, Megawati bercerita perihal keakraban dengan Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto.

"Kalau buat saya itu Pancasila saya, katanya musuh harus dirangkul. Kalau Prabowo musuh ya nggak saya suruh dia pulang. Dulu saya ambil beliau keleleran," ujar Megawati.


Selaku presiden saat itu, Megawati marah lantaran ada pihak-pihak yang membuat Prabowo menjadi stateless. Stateless merupakan manusia tanpa kewarganegaraan.

"Saya marah pada menlu. Saya marah pada panglima. Apapun juga beliau manusia Indonesia. Beri dia itu tanggung jawab," kata Megawati.

Relasi antara Megawati dan Prabowo memang positif. Meskipun berhadapan dalam dua pilpres terakhir (2019 dan 2014), sejatinya keduanya akrab. Keakraban itu bahkah mewujud dalam pilpres 2009.

Saat itu, Megawati-Prabowo berpasangan sebagai capres dan cawapres. Namun, keduanya harus mengakui kekalahan atas pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Pada 24 Juli 2019, keduanya bertemu di rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Saat itu, Prabowo disuguhi nasi goreng buatan Megawati.

"Sebenarnya sudah lama kedatangan saya sebagai suatu sowan kekeluargaan. Saya dari dahulu dekat dengan Ibu dan keluarganya," kata Prabowo ketika itu.
(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading