RI Punya 142 BUMN, Tapi Cuma 15 yang Sumbang Besar ke Negara

News - Hidayat Setiaji & Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
02 December 2019 13:23
Meski punya ratusan BUMN, cuma segelintir yang memberikan kontribusi besar ke negara
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia punya 142 perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) di berbagai sektor. Dari jumlah itu, ternyata hanya sebagian kecil yang mampu mengontribusikan keuntungan untuk negara.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, kondisi demikian memang menjadi sebuah keunikan tersendiri. Karenanya, dia menegaskan tidak mudah me-manage dan mengatur semuanya. Terlebih dari sisi kinerja masing-masing perusahaan.

"Kalau kita lihat dari pendapatan, yang bisa dihasilkan BUMN kurang lebih Rp 210 triliun. Tapi 76% lebih banyak diraih dari 15 perusahaan saja," kata Erick Thohir di sela rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Senin (2/12/2018) di komplek parlemen, Senayan, Jakarta.


Hal tersebut perlu diantisipasi dan dicarikan solusi ke depan. Apalagi, Erick menegaskan bahwa 15 perusahaan yang untung besar hanya terbatas pada sektor-sektor tertentu saja.



"Karena memang ke-15 perusahaan ini lebih banyak fokus di bidang perbankan, telkom, komunikasi, dan oil and gas," beber Erick.

Mentan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin ini menilai, dalam jangka panjang sektor-sektor tersebut tak akan bisa diandalkan. Dia memberi contoh pada dunia perbankan yang saat ini sudah mulai tergerus zaman.

"Di mana ketika bicara era distrupsi seperti ini, yang namanya industri perbankan sendiri 10 tahun ke depan juga kita tidak tahu gimana nasibnya, dengan yang namanya e-paymen dan lain-lain," tandasnya.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Achsanul Qosasi menambahkan dalam APBN tahun depan, BUMN ditargetkan bisa setor dividin Rp 45,5 triliun. Tapi angka ini mayoritas ditargetkan hanya pada 10 BUMN. "95% ditargetkan pada 10 BUMN besar, dengan target penyelesaian kredit bermasalah di Bank BUMN. 100 BUMN lainnya hanya hasilkan 5% dan ada yang masih rugi," ujarnya dalam cuitan di twitter.

Dengan kondisi ini, Achsanul menekankan perlunya pembenahan BUMN terutama dalam penyajian dan pengakuan penerimaan. Apalagi dengan kondisi tahun depan, yang dinilai bakal sangat berat bagi sektor perbankan. "BUMN khususnya perbankan akan semakin berat dalam pembukuan penerimaan."

[Gambas:Video CNBC]


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading