Ridwan Kamil Punya Rebana 'Ajaib', Ganjar Ada Kedungsepur

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
29 November 2019 16:39
Ridwan Kamil mengembangkan kawasan Rebana, sedangkan Ganjar punya Kedungsepur.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sedang disiapkan di Jabar dan Jateng. Di Jabar, ada kawasan khusus itu di sisi utara Jawa Barat yang bernama Segitiga Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati), yang disiapkan bisa menarik investasi triliunan rupiah.

Ridwan Kamil mulai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Hotel Horison Ultima Kertajati di Kertajati, Kabupaten Majalengka. Menurut dia, hal ini menjadi pertanda dimulainya pengembangan kawasan Segitiga Rebana, pada 11 September 2019

Pria yang biasa disapa Kang Emil, mengatakan masa depan Jawa Barat ia ramalkan akan hadir di kawasan ini, jantungnya ada di Majalengka.


Menurut Emil, tidak ada kawasan strategis di Indonesia seperti Rebana, yakni kawasan yang berdekatan dengan pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dia pun menyebut kawasan Rebana sebagai kota futuristik.



"Tidak ada kawasan pelabuhan yang berdekatan dengan bandar udara. Cari di Indonesia yang punya kawasan se-strategis ini," kata Ridwan Kamil seperti dikutip dari detikcom.

Sedangkan di Jateng ada pengembangan kawasan kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyiapkan rencana induk untuk membangun perekonomian dan investasi di Jawa Tengah. Hal tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) 79/2019 tentang Percepatan pembangunan ekonomi kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang.

Percepatan dan pemerataan pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Tengah disebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025.

Pembangunan ekonomi antar kawasan akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah yang pada akhirnya akan menentukan juga pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari data BPS, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah Triwulan III/2019 sebesar 5,66%, sementara PDB Indonesia Triwulan III/ 2019 hanya tumbuh sebesar 5,02%.

Jokowi memberi target pertumbuhan ekonomi Kawasan Jawa Tengah sebesar 7%. Pelbagai strategi pun disiapkan.

"Dalam rangka pencapaian target pertumbuhan ekonomi Kawasan Jawa Tengah sebesar 7% perlu dilakukan upaya dan strategi berupa (i) mendorong investasi industri strategis, (ii) penguatan konektivitas dan sistem logistik melalui pembangunan infrastruktur, (iii) penguatan sumber daya manusia dan iptek, (iv) mendorong ekspor produk tekstil dan non tekstil, makanan dan minuman, dan furnitur, (v) melakukan substitusi impor, dan (vi) pengembangan sektor kepariwisataan," bunyi lampiran Perpres 79/2019 dikutip Jumat (29/11/2019).

Total ada 270 program/kegiatan dengan nilai investasi sebesar Rp353, 41 Triliun. Sumber pendanaan tersebut berasal dari APBN, APBD, KPBU, BUMN/BUMD/Swasta.

"Penggunaan istilah "percepatan" membuat pelaksanaan dari Rencana Induk ini tidak dapat dilakukan dan/ atau diperlakukan dengan tata laksana seperti biasa (business as usual), akan tetapi harus diperlakukan secara khusus, sehingga target yang telah dicanangkan dalam Rencana Induk dapat segera tercapai," tulis lampiran dalam Bab V.

Untuk percepatan dan pemerataan pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Tengah, setiap daerah digabung dalam 3 kawasan, di antaranya:

a. Kawasan Kedungsepur yang terdiri atas Kendal - Kota Semarang - Semarang - Kota Salatiga - Demak - Grobogan;

b. Kawasan Purwomanggung yang terdiri atas Purworejo - Wonosobo - Magelang - Kota Magelang - Temanggung; dan

c. Kawasan Bregasmalang yang terdiri atas Brebes - Kota Tegal -Tegal - Pemalang.

Selanjutnya untuk meningkatkan nilai tambah pembangunan tiga kawasan tersebut, dilakukan pengembangan kawasan pendukung:

a. Kawasan Barlingmascakeb yang terdiri atas Banjarnegara Purbalingga - Banyumas - Cilacap - Kebumen;

b. Kawasan Petanglong yang terdiri atas Pekalongan - Batang - Kota Pekalongan;

c. Kawasan Wanarakuti yang terdiri atas Jepara - Kudus - Pati;

d. Kawasan Banglor yang terdiri atas Rembang - Blora; dan

e. Kawasan Subosukawonosraten yang terdiri atas Kota Surakarta - Boyolali - Sukoharjo - Karanganyar - Wonogiri - Sragen - Klaten.

Kawasan Kedungsepur menjadi kawasan dengan estimasi nilai investasi paling besar dibanding 2 kawasan percepatan dan pemerataan pembangunan ekonomi lainnya.

Berdasarkan usulan dari Pemprov Jawa Tengah, telah disepakati 56 usulan program/kegiatan di kawasan Kedungsepur dengan total estimasi nilai investasi sebesar Rp107.583 Miliar.

Adapun program di kawasan tersebut sebagai contoh pembangunan Waduk Jragung di Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan, estimasi nilai investasi sebesar Rp1,5 Triliun dengan sumber dana dari APBN.

Kemudian, pengembangan LRT Perkotaan Kota Semarang sebesar Rp14,76 Triliun dengan sumber dana dari KPBU.

Masih di kota Semarang, investasi pembangunan Terminal Cruise Pelabuhan Tanjung Emas diestimasikan senilai Rp5 Triliun dengan sumber dana BUMN.

Di Kabupaten Magelang yang masuk kawasan Purwomanggung akan dilakukan pengembangan panas bumi WKP Dieng Area Dieng, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara dengan estimasi nilai investasi sebesar Rp8,5 Triliun dari BUMN. Pembangunan Kawasan Industri Brebes sebesar Rp2 Triliun dengan sumber dana dari swasta.

Sementara di Solo yang masuk dalam kawasan pendudukung Subosukawonosraten mempunyai program pembangunan Jalan Tol Ruas Tol Solo-Yogya sebesar Rp26,4 Triliun dengan sumber dana dari KPBU.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading