Wahai Kalian yang Doyan Impor Migas, Siap-siap Digigit Jokowi

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
29 November 2019 09:16
Jokowi menegaskan tidak akan ragu menggigit kepada siapa saja yang menghalangi upaya pemerintah dalam menekan angka impor
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak akan ragu menggigit kepada siapa saja yang menghalangi upaya pemerintah dalam menekan angka impor migas.

Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memberikan pengarahan di depan para pelaku pasar dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2019 di Raffles Hotel, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

"Bapak ibu saya kira tau itu semua. Ada yang senang impor dan tidak mau diganggu impornya baik itu minyak maupun elpiji. Ini ya mau saya ganggu," kata Jokowi.


Jokowi mengaku cukup jengkel lantaran masih ada saja sejumlah pihak yang ingin mengganggu program besar pemerintah dalam mengurangi impor minyak, yang selama ini menjadi biang keladi defisit transaksi berjalan.

"Contoh batubara, kalau diolah bisa menjadi polypropylene, bisa mengganti impor kita atas elpiji. Bisa mengganti bahan baku impor untuk pakaian. Kenapa lama tidak kita lakukan karena kita senang impor," tegasnya.

Transaksi berjalan adalah neraca yang menggambarkan pasokan devisa dari ekspor-impor barang dan jasa. Pasokan valas dari pos ini dinilai lebih stabil, lebih tahan lama, sehingga mampu menopang stabilitas nilai tukar.

Namun, transaksi berjalan Indonesia terus mencatat defisit sejak 2011. Ini membuat rupiah rentan berfluktuasi cenderung melemah kala terjadi guncangan di perekonomian karena mata uang Tanah Air sangat bergantung pasokan devisa dari investasi portofolio.

"Kalau ada yang mengganggu acara B20, B30, mengganggu polypropylene, hati-hati. Pasti akan saya gigit orang itu. Gak akan selesai masalah ini kalau tidak kita selesaikan," tegas Jokowi.




(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading