Butuh 1.555 MW, Ibu Kota Baru RI Perlu Tambahan Listrik

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
27 November 2019 21:14
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan kebutuhan listrik untuk ibu kota baru diperkirakan mencapai 1.555 MW.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan kebutuhan listrik untuk ibu kota baru diperkirakan mencapai 1.555 MW. Kondisi kelistrikan di sistem interkoneksi Kalimantan sebesar 1.596 MW, beban puncak 1.094 MW, dan memiliki cadangan 474,2 MW (30%)

"Energi ibu kota baru kami sampaikan tambahan pasokan listrik sebesar 1.555 MW pasokan tambahan tenaga listrik yang harus dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan listrik sampai dengan tahun 2024," papar ‎Arifin di Komisi VII DPR, di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Lebih lanjut dirinya mengatakan di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrikan (RUPTL) 2019-2028 pembangunan pembangkit listrik di wilayah ibu kota baru mencapai 691 MW. Apabila kebutuhannya mencapai 1.555 MW maka kebutuhan tambahan pasokannya adalah 884 MW.



"Sesuai dengan RUPTL tambahan pasokan di Kaltim tercatat sebesar 691 MW sehingga masih diperlukan, 884 MW tambahan," tuturnya.

Penambahan pasokan sebesar 1.555 MW menurutnya dengan mempertimbangkan pemindahan penduduk sebanyak 1,5 juta jiwa degan konsumsi listrik 4 ribu kilo Watt hour (kWh) perkapita. "Laju perpindahan penduduk, konsumi listrik per kapita, susut jaringan serta faktor lingkungan," jelasnya. 


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading