Peringatan Sandiaga untuk Erick Thohir: Waspada Utang BUMN!

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
20 November 2019 14:38
Penjelasan itu disampaikan Sandi di sela Indonesia Economic Forum 2019 di JW Marriott Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (20/11/2019).
Jakarta, CNBC IndonesiaWakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Sandiaga Salahuddin Uno mengonfirmasi tidak ada penawaran dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir untuk menduduki jabatan penting di salah satu perusahaan pelat merah.

Namun demikian, Sandi, sapaan akrab Sandiaga Uno, mengaku selalu berkomunikasi dengan Erick perihal sektor BUMN.

"Saya berikan apa yang menjadi pemikiran saya bahwa sektornya Pak Erick ini penting sekali nih karena tadi juga dibicarakan mengenai tingginya utang, tingginya jumlah utang yang ada di sektor BUMN," ujar Sandi di sela Indonesia Economic Forum 2019 di JW Marriott Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (20/11/2019).


"Dan bagaimana kita membangun infrastruktur itu dalam konsep kemitraan, membawa talenta-talenta terbaik yang dimiliki oleh republik, yang dimiliki oleh Indonesia untuk bisa membangun BUMN ini bisa berdaya saing dan berkelas dunia," lanjutnya.

BACA : Duh Pak Erick, Utang BUMN RI Makin Ngeri Nih!

Sandi, yang juga mantan calon wakil presiden periode 2019-2024, lantas menyampaikan BUMN tidak boleh berpolitik. Hal itu dituturkan Sandi seiring dengan statusnya selaku kader Partai Gerindra.

"Saya sampaikan kepada Pak Erick agar BUMN ini akan sangat disorot karena stake holder ini kan punya rakyat. Jadi jangan tentunya dia nanti harus pusing karena aspek politiknya mendominasi. BUMN ini harus dikelola oleh talenta-talenta terbaik yang dimiliki bangsa ini dan kita gak kekurangan talenta kok," ujarnya.

Lebih lanjut, Sandi pun mengatakan kontribusi untuk pembangunan negara tidak harus menjabat sebagai menteri atau pejabat BUMN. Ia mengaku ingin terus berada di tengah-tengah masyarakat.

"Dan itu yang udah saya sampaikan ke Pak Erick. Pak Erick sangat mengerti dan kita berdiskusinya itu intens sama Pak Erick dan saya sampaikan saya pasti akan membantu pemerintah untuk merealisasikan target-targetnya," kata Sandi.

"Tapi tentunya ya pembicaraan tadi yang disampaikan tentang posisi di BUMN strategis kami tidak pernah berdiskusi mengenai posisi-posisi spesifik. Jadi mudah-mudahan temen-temen bisa klarifikasi juga," lanjutnya.
Sejak dilantik Jokowi pada 23 Oktober 2019, Erick terus melakukan gebrakan demi gebrakan. Salah satunya adalah memanggil sejumlah tokoh yang disinyalir akan ditempatkan sebagai petinggi perusahaan pelat merah.

Mereka antara lain mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok alias BTP dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Hamzah. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memastikan masih akan ada sosok-sosok terbaik yang akan dipanggil oleh Erick.

Dalam keterangan pers Kementerian BUMN, kemarin, Erick mengatakan, untuk mengelola aset BUMN sebesar Rp 8.200 triliun, dibutuhkan team work yang kompak. Tim itu diisi oleh orang-orang yang bukan hanya cerdas, tapi juga memiliki akhlak yang baik.

"Saya akan berupaya sedemikian rupa agar mereka yang ada di dalam lingkungan BUMN, baik di kementerian maupun di unit usaha, adalah orang-orang dengan akhlak yang baik berarti memiliki integritas tinggi dan komitmen yang kuat," ujar Erick.

"Mereka yang sudah berkeringat dan masih mau berkeringat dan memiliki akhlak yang baik, juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi bagi negeri ini, di sini. Yang penting, akhlaknya baik," lanjut bos Mahaka Media itu.
(miq/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading