Solusi Pemerintah Atasi Kemacetan Kronis Puncak: Bangun LRT!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
19 November 2019 13:43
Solusi Pemerintah Atasi Kemacetan Kronis Puncak: Bangun LRT!
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kementerian Perhubungan Bambang Prihartono mengungkapkan rencana besar pemerintah pusat untuk menuntaskan permasalahan kemacetan kronis di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Hal itu disampaikan Bambang kepada wartawan ketika ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

"Pembangunan transportasi di puncak lebih kepada manusia. Pembangunan transportasi modern ke depan tentang manusia. Sekarang kan lebih ke fisik. LRT, MRT. Oleh karena itu, di puncak juga bicaranya bukan shifting antar moda tapi ada juga aksesibilitas. Perencanaan modern ke depan bicara aksesibilitas. Kemarin dicoba sistem kanalisasi supaya akses orang tidak terganggu," kata Bambang.

Untuk jangka pendek, Bambang mengatakan pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Sedangkan untuk jangka menengah, akan dibangun sejumlah jalan alternatif oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.


"Jangka panjang angkutan masal ke daerah puncak, yaitu kita akan bangun LRT dari Baranangsiang. Baranangsiang akan bangun dibangun TOD (transit oriented development). Nanti dari Baranangsiang lewat Gadog kemudian ke arah Puncak," ujar Bambang.



"Kenapa demikian? Karena sampe detik ini kita gak punya angkutan masal ke arah puncak. Kami akan mengusung tagline amankan puncak. Safe Puncak. Kalau mau amankan Puncak kita bicara daya dukung. Bukan hanya transportasi tapi juga tata ruang, UMKM, PUPR. Gimana Puncak itu sekarang resapan air kan di Puncak itu terpelihara dengan baik," lanjutnya.

Seperti diketahui, LRT merupakan salah satu sarana transportasi massal yang sedang gencar dibangun pemerintah pusat. Selain LRT Jakarta, ada pula LRT Jabodebek. Rutenya sejauh ini baru Dukuh Atas-Cibubur dan direncanakan beroperasi tahun 2021. Sedangkan perpanjangan rute ke Bogor diharapkan tuntas 2024.
(miq/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading