Ada Apa AJB Bumiputera? 2 Calon Direksi Tak Lulus 'Ujian' OJK

News - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
18 November 2019 08:55
Ada Apa AJB Bumiputera? 2 Calon Direksi Tak Lulus 'Ujian' OJK
Jakarta, CNBC  Indonesia - Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 kembali menjadi bahan perbincangan di kalangan industri asuransi.

Pasalnya dalam proses penyelamatan asuransi yang bermasalah ini, OJK ternyata tidak meluluskan dua nama yang diajukan dari internal Bumiputera untuk menjadi direksi.

Ada tiga calon direksi dari orang dalam Bumiputera yang ikut fit and proper test OJK. Adalah, SG Subagyo (Direktur Pemasaran), kemudian Agus Sigit Kusnadi (Direktur Keuangan dan Investasi) dan Joko Suwaryo (Direktur Tekhnik & Aktuaria).


Nah berdasarkan informasi yang diperoleh, hanya Joko Suwaryo yang lulus fit and proper test di November 2019. OJK melalui Juru Bicaranya, Sekar Putih Djarot tidak membantah hal tersebut ketika dikonfirmasi.

Ada Apa di AJB Bumiputera? 2 Calon Tak Lulus 'Ujian' OJKFoto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto


"Fit and proper test dilakukan setelah ada pengajuan dan persyaratan administrasi dipenuhi, adapun hasilnya akan disampaikan kepada LJK (Lembaga Jasa Keuangan) terkait," kata Sekar kepada CNBC Indonesia, Senin (18/11/2019).

Kembali ke belakang, memang ada kekosongan Direktur Utama di Bumiputera. Sutikno Widodo Syarif yang merupakan Direktur Utama AJB Bumiputera 1912 (AJBB) kala itu diangkat melalui Sidang Luar Biasa BPA sekitar bulan Oktober 2018.

Namun, ia diberhentikan melalui SLB BPA pada bulan Mei 2019 dan atas dasar-desakan Serikat Pekerja AJB Bumiputera 1912.

Usut punya usut, ada beberapa masalah terkait kepemimpinan Sutikno Widodo Syarif. Hal ini masih ditelusuri lebih jauh, apa yang sudah dilakukan Sutikno Widodo Syarif di Bumiputera.

Untuk diketahui, setelah berakhirnya Pengelola Statuter (PS) ditandai dengan proses Unwind, AJB Bumiputera 1912 diijinkan kembali operasional oleh OJK.

Sebelumnya, Sutikno Widodo Syarif pernah menyebutkan prioritas perusahaan saat ini adalah melakukan pembayaran klaim nasabah yang jatuh tempo. Meski demikian, saat ini perusahaan masih membutuhkan waktu untuk memproses dan mempersiapkan sisa pembayaran klaim lainnya.

Manajemen baru menurutnya ketika itu telah berkomitmen untuk menyelesaikan pembayaran klaim. Untuk periode Januari hingga pertengahan Oktober 2018 ini perusahaan sudah membayarkan klaim sebanyak Rp 3,3 triliun.



[Gambas:Video CNBC]

(wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading