Rusuh PKS & Gerindra Soal Kursi Wagub Anies Baswedan

News - Redaksi, CNBC Indonesia
09 November 2019 20:30
Rusuh PKS & Gerindra Soal Kursi Wagub Anies Baswedan Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2024. (CNBC Indonesia/Lidya Julita S)
Jakarta, CNBC Indonesia- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini berseteru dengan Gerindra terkait kursi Wakil Gubernur DKI. Hal ini mengundang komentar dari Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Dasco mengatakan PKS sempat bersurat ke Gerindra untuk mengubah nama calon yang telah diusung ke DPRD DKI. ini yang menjadi awal persoalan sekutu dalam Pilkada DKI itu.


"Bahwa PKS telah mengusulkan dua orang Wagub DKI dan kami setujui sebagai partai pengusung bersama, yaitu Saudara Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Di perjalanannya, pengusulan tersebut berjalan," kata Dasco sebagaimana dikutip dari detikcom, Sabtu (9/11/2019).


"Namun tidak ada tindak lebih lanjut dari DPRD dan kemudian pemilihan pengganti wagub jadi berlarut-larut."

Dasco melanjutkan PKS sempat mengirim surat partainya untuk mengajak mengganti nama calon wagub yang telah diusung. Tapi, surat itu kemudian ditarik kembali oleh PKS.

"Agustus 2019, PKS juga telah mengirim surat kepada Partai Gerindra dengan mengajak Partai Gerindra sebagai pengusung untuk mengganti nama calon pengganti wagub dengan dua nama, yaitu Saudara Adhyaksa Dault dan Nurmansyah Lubis," jelasnya.


Menurutnya atas masukan PKS, Gerindra kemudian mengadakan rapat koordinasi, baik dengan Partai Gerindra DKI Jakarta maupun dengan DPP Partai Gerindra.

"Namun baru satu minggu kemudian, surat tersebut kemudian ditarik kembali surat yang ditandatangani oleh Presiden PKS dan Sekjen, lalu Ketua DPW PKS DKI dan Sekretaris. Itu ditandatangani oleh Sakir Purnomo dan Agung Yulianto," katanya lagi.

Ia menyayangkan jika usulan empat nama baru dari partai berlogo kepala Garuda itu dianggap tak memiliki etika politik. Sebab, pada dasarnya, pengajuan empat nama cawagub dari Gerindra merupakan tindak lanjut dari surat PKS yang ditarik ulang.

Sebelumnya, PKS menagih janji soal Wakil Gubernur DKI Jakarta ke Gerindra. Bahkan PKS mengatakan tidak etis kalau komitmen yang sebelumnya diutarakan Ketum Gerindra Prabowo Subianto itu tak ditepati.

"Yang saya bilang etika itu kan. Kalau komitmen Prabowo, sejak awal itu kan diserahkan ke PKS. Artinya, kalau memang ditepati komitmen itu, harusnya dilaksanakan. Ketika itu nggak dilaksanakan, kan nggak etislah," kata Ketua DPW PKS Jawa Barat Ahmad Syaikhu, Sabtu (9/11/2019).

Ditegaskannya pembicaraan di DPP sudah final soal DKI-2. Karenanya, Gerindra sebagai koalisi PKS dalam Pilkada DKI seharusnya membantu kelancaran di DPRD DKI.

"Di DPP sih pembicaraan dengan Pak Prabowo sudah close, bahwa itu memang untuk DKI-2 buat PKS, apa lagi yang mau dibicarakan?" katanya lagi.

"Kalau memang itu untuk PKS, dorong dong untuk kelancaran PKS. Bukan mencalonkan nama-nama lain."

Kisruh nama Wakil Gubernur Anies Baswedan muncul lagi saat Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik meyodorkan empat nama baru untuk menjadi DKI 2. Mereka adalah Arnes Lukman, Ferry Juliantono, A Riza Patria, dan Saefullah (Sekda DKI Jakarta).

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading