Duh! Baru Hari Pertama, Saham WOWS Ambles 15,56%

News - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
08 November 2019 13:20
Duh! Baru Hari Pertama, Saham WOWS Ambles 15,56%
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham perusahaan rig minyak PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) anjlok dalam pada sesi I, di hari pertama ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia. Tak tanggung-tanggung, kejatuhan harga saham WOWS lebih dari 15%.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, harga saham WOWS pada penutupan perdagangan sesi I turun 15,56% ke level Rp 380/unit. Volume transaksi tercatat cukup besar sebanyak 40,12 juta senilai Rp 17,94 miliar.

Padahal pada awal perdagangan harga saham WOWS sempat mengalami penguatan 13,33% ke Rp 510/unit. Namun penguatan tersebut hanya berlangsung sementara setelah itu harga saham WOWS terkoreksi.

Perusahaan hari ini (8/11/2019) resmi melantai di BEI. Pada saat penawaran saham perdana, perseroan menjual saham pada harga Rp 450/unit. Perseroan memperoleh dana segar senilai Rp 337,5 miliar dengan melepas 750 juta saham atau setara dengan 30,29% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.


Dana ini oleh perusahaan akan digunakan untuk pembelian rig. Perusahaan akan menganggarkan dana dari perolehan IPO ini yang sebesar 61% hingga tahun depan.

Selain pembelian rig, perusahaan bakal mengalokasikan dana IPO ini sebesar 16% untuk pembelian aset tetap yakni yard workshop, sebesar 12% untuk modal kerja dan 10% untuk melunasi utang leasing.

Dari sisi keuangan, total aset perusahaan hingga akhir April 2019 lalu mencapai Rp 442,01 miliar dengan jumlah ekuitas senilai Rp 250,66 miliar. Pada periode tersebut, liabilitas perusahaan mencapai Rp 191,36 miliar.

Hingga 30 April 2019, pendapatan perusahaan mencapai Rp 58,12 miliar, ditargetkan hingga akhir tahun pendapatan bisa mencapai Rp 185 miliar. Tumbuh dari pendapatan di tahun lalu yang mencapai Rp 168,15 miliar.

Dari sisi laba bersih, hingga akhir April perusahaan sudah mengantongi laba bersih mencapai Rp 9,63 miliar, dengan target yang dipatok di tahun ini sebesar Rp 51 miliar. Akhir 2018 perusahaan berhasil membukukan pendapatan senilai Rp 26,92 miliar. (hps/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading