Jokowi Sindir Soal Impor Cangkul, Impornya 'Cuma' Rp 1,3 M

News - Suhendra, CNBC Indonesia
08 November 2019 12:36
Jokowi Sindir Soal Impor Cangkul, Impornya 'Cuma' Rp 1,3 M
Jakarta, CNBC Indonesia - Cangkul impor yang masuk ke Indonesia relatif tidak besar, sekitar Rp 1,3 miliar dalam waktu Januari-Agustus 2019. BPS mencatat impor cangkul/garpu cangkul mencapai US$ 93.155, dengan volume 210.575 Kg.

Sedangkan data terbaru BPS, impor cangkul sepanjang Januari-September 2019 senilai US$ 101,69 ribu dengan total berat 268.200 Kg, alias tak ada kenaikan yang signifikan. Negara pemasok terbesar China dan Jepang.

Impor cangkul fluktuatif, pada Januari 2019 terjadi impor US$ 8.376 dengan berat 51,6 ton, Februari senilai US$ 375 dengan berat 164 kg. Kemudian pada Maret tercatat nihil atau tidak ada impor sama sekali, sedangkan April melonjak menjadi 80,9 tol atau senilai US$ 48.128.




Pada Mei impor pacul tercatat senilai US$ 1.832 atau seberat 10,9 ton dan Juni tercatat senilai US$ 435 dengan berat 153 kg. Sedangkan pada Juli tercatat sebanyak 66,7 ton atau senilai US$ 33.944. Pada Agustus masuk lagi sebesar 7 kg atau US$ 65, dan pada September masuk lagi sebanyak 57,6 ton atau senilai US$ 8.539.

Presiden Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tahun 2019 di Jakarta Convention Center, Rabu (6/11/2019), menyinggung sejumlah hal, salah satunya impor cangkul.

"Misalnya urusan pacul, cangkul, masak kita impor. Apakah tidak bisa didesain industri UMKM kita, buat pacul tahun depan saya beli ini puluhan ribu. Cangkul, pacul dibutuhkan masih impor. Apakah negara kita sebesar ini industrinya berkembang, bener pacul harus impor?" tanya Jokowi.

Impor cangkul memang minim, tapi yang dimaksud Jokowi barangkali peluang sekecil apapun harusnya bisa memberdayakan sumber daya lokal, agar tak bergantung impor. (hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading