Tok! Sri Mulyani Naikkan Cukai Rokok 21,55% 1 Januari 2020

News - Dwi Ayuningtyas & Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
23 October 2019 14:33
Tok! Sri Mulyani Naikkan Cukai Rokok 21,55% 1 Januari 2020
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengeluarkan PMK Nomor 152/PMK.010/2019. Aturan ini tentang tarif cukai hasil tembakau.

"Mengubah Lampiran III dan Lampiran IV Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1485) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 156/PMK.010/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor
146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1637), sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini," tulis Pasal I aturan tersebut seperti dilansir Rabu (23/10/2019).

Tarif cukai hasil tembakau (CHT) baru tersebut yang akan berlaku efektif pada 1 Januari 2020.


Berikut rinciannya :

Jenis

Golongan

PMK Lama (Rp)

PMK Baru (Rp)

Perubahan (%)

Sigaret Kretek Mesin (SKM)

I

590

740

25.42

II

385

470

22.08

III

370

455

22.97

Sigaret Putih Mesin (SPM)

I

625

790

26.40

II

370

485

31.08

II

355

470

32.39

Sigaret Kretek Tangan (SKT)

I

365

425

16.44

I

290

330

13.79

II

180

200

11.11

III

100

110

10.00

Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF)

-

590

740

25.42

Rata-rata Kenaikan

21.56


Sumber: Kementerian Keuangan

Berdasarkan tabel di atas, rata-rata kenaikan CHT tahun depan adalah sebesar 21,56%, lebih rendah dari apa yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, yakni 23%.

"Kenaikan average 23% untuk tarif cukai, dan 35% dari harga jualnya yang akan kami tuangkan dalam Permenkeu (Peraturan Menteri Keuangan/PMK)," kata Sri Mulyani kepada wartawan usai rapat tertutup di Istana Kepresidenan pada Jumat (13/9/2019).

Lebih lanjut, rerata kenaikan produk tembakau yang paling besar dicatatkan oleh jenis rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) yang tarif cukainya naik 29,96%, disusul oleh Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) 25,42%, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 23,49% dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) 12,84%.

Sementara itu jenis produk tembakau yang tidak membukukan kenaikan tarif cukai baru adalah tembakau iris, rokok daun, sigaret kelembek kemenyan, dan cerutu.

Mengapa golongan tersebut tidak naik? Hal itu karena pangsa pasar dan sumbangsihnya yang tergolong kecil dibandingkan dengan SPM, SKM, SKT dan SKTF.

Untuk diketahui pemimpin pasar industri rokok seperti GGRM dan HMSP sekitar 70-90% penjualannya berasal dari SKM, lalu disusul oleh penjualan SKT dan SPM.







(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading