Investor Asing Pilih Vietnam karena Korupsi RI Masih Tinggi

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
18 October 2019 14:23
Indonesia akan semakin tertinggal dengan Vietnam dalam menarik investasi, jika korupsi tidak ditangani serius.
Jakarta, CNBC Indonesia- Indonesia akan semakin tertinggal dengan Vietnam dalam menarik investasi, jika korupsi tidak ditangani serius. Selain itu, praktik korupsi membuat kepercayaan investor terhadap suatu negara turun.

Ekonom UGM Rimawan Pradityo mengatakan salah satu bukti nyata turunnya kepercayaan investor akibat korupsi adalah 33 perusahaan China yang hijrah ke Vietnam, bukan Indonesia.

"Mereka semua masuk ke Vietnam karena indikator korupsi masih tinggi. Jangan sampai yang akhirnya masuk ke Indonesia adalah investor hitam," kata Rimawan kepada Wartawan, Jumat (18/10/2019).


Selain itu, sebelumnya RUU KPK tidak masuk dalam prolegnas namun bisa tiba-tiba muncul dan disahkan, memberikan sinyal bahwa hukum di Indonesia tidak konsisten.


"Adanya UU KPK ini memberikan sinyal regulasi di Indonesia tidak ramah. Undang-undang saja bisa berubah, bagaimana peraturan menteri atau yang lainnya," kata dia.

Ekonom CORE Pieter Abdullah mengatakan minat investasi di Indonesia dalam empat tahun terakhir sangat besar. Namun realisasi investasinya hanya 40% karena adanya ketidakpastian, dan kondisi Indonesia yang tidak bisa ditebak.

"Orang investasi yang dibutuhkan adalah kepastian. Tapi kalau korupsi tinggi jadi tidak ada yang bisa tahu biayanya. Mereka tidak bisa memastikan apakah untung atau tidak kalau investasi di Indonesia," kata Pieter.


Sebelumnya Duta Besar Indonesia untuk Vietnam Ibnu Hadi mengungkap proses perizinan investasi untuk asing di Vietnam memang mudah. Sehingga proses produksi komersial sebuah investasi bisa lebih cepat.

"Kalau seorang investor asing yang masuk ke Vietnam hanya 2 izin yang diperlukan, investment approval dan business registration," katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (17/10/2019).

Ia bilang investment approval adalah izin investasi yang sudah termasuk izin impor dan pemakaian tenaga kerja asing. "Itu surat sakti yang dibawa ke semua instansi itu sudah berlaku," katanya.

[Gambas:Video CNBC]



(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading