Internasional

Terbitkan UU Hong Kong, China Ancam Hancurkan Kepentingan AS

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
17 October 2019 06:47
Terbitkan UU Hong Kong, China Ancam Hancurkan Kepentingan AS
Jakarta, CNBC Indonesia- China memperingatkan AS untuk segera angkat kaki dari urusan Hong Kong. Sebelumnya, parlemen AS menyetujui UU HAM dan Demokrasi Hong Kong, Selasa (15/10/2019).

Kementerian Luar Negeri China menegaskan tak segan menghancurkan kepentingan ekonomi AS di kota bekas koloni AS itu. Bahkan China kini tengah menyiapkan langkah-langkah balasan.

"Jika UU itu resmi menjadi hukum, ini tidak akan menyakiti kepentingan China, ini juga akan merusak hubungan China-AS dan secara serius menghancurkan "kepentingan" AS sendiri," kata Juru Bicara Kemenlu China Geng Shuang dikutip dari South China Morning Post, Rabu (16/10/2019).


UU HAM dan Demokrasi Hong Kong ala AS ini, masih harus meminta izin Presiden AS untuk disahkan. UU ini akan mengizinkan pemerintah AS mengakses politik di Hong Kong guna menjustifikasi apakah perlu perubahan sikap dilakukan pada kota yang entitas perdagangannya berbeda dari China daratan.


AS bahkan bisa memberi sanksi pada individu yang dianggap merusak otonomi Hong Kong, atas dasar HAM. Nantinya pejabat AS dapat mengunjungi Hong Kong setiap tahunnya, untuk mengecek situasi di kota itu.

Senada dengan Geng, Komite Urusan Luar Negeri China (NPC) juga mengeluarkan pernyataan.

Terbitkan UU Hong Kong, China Ancam Hancurkan Kepentingan ASFoto: (AP Photo / Felipe Dana)


"Kami mendesak Kongres AS dan politisi AS untuk segera berhenti mencampuri urusan Hong Kong.. menghentikan pembahasan UU lebih lanjut dan lebih memberi manfaat bagi pembangunan jangka panjang dan kepentingan mendasar China dan AS," tulis lembaga itu.

Sementara itu Kongres AS mengatakan ini adalah langkah yang benar. AS, ujar ketua Kongres AS Nancy Pelosi, berkomitmen pada demokrasi.

"Jika AS tidak bicara pada HAM di China karena kepentingan komersial lalu kita akan kehilangan moral untuk berbicara atas nama HAM di negara manapun di dunia," katanya.

Meski demikian, banyak pengamat mengatakan tindakan Kongres AS justru memanas-manasi situasi. Bahkan, memberikan pesan yang sangat buruk bagi para pengunjuk rasa pro demokrasi yang semakin radikal.

"Dibanding negara lain di dunia, AS paling memiliki kepentingan di Hong Kong," kata Zhang Jian, seorang pengamat dari Shanghai Institute for International Studies.

"Jika AS mem-provokatori status Hong Kong sebagai sebuah entitas perdagangan yang berbeda dari China, kedua negara akan menderita,".

Jumlah entitas bisnis AS di Hong Kong cukup banyak. Setidaknya ada 1.400 perusahaan AS dan 85.000 warga AS di kota itu.




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading