Suasana musholla yang tergenang rob (air pasang laut) di Muara Baru, Jakarta, Rabu (16/10/2019), CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
Penurunan muka tanah di DKI Jakarta mulai mengkhawatirkan. Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat, hingga 2013 permukaan tanah di Jakarta sudah turun 40 meter dari asalnya, khususnya di Jakarta bagian utara. CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
Penurunan itu akumulasi dari puluhan hingga ratusan tahun. Meski begitu, dari 2013 hingga 2018 penurunan permukaan tanah di Jakarta menunjukkan perbaikan. Dari yang tadinya turun 40 meter, di 2018 penurunannya jadi 35 meter. CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
Dari hasil pemantauan dengan GPS Geodetic, laju penurunan tanah di Jakarta Utara mencapai 12 cm setiap tahunnya. CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
Pengambilan air tanah yang berlebihan di Jakarta menyebabkan turunnya permukaan air tanah yang ikut menjadi penyebab terjadinya penurunan tanah (land subsidence) dan intrusi air laut atau masuknya air laut ke daratan. CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerangkan penurunan permukaan tanah yang mencapai 12 cm harus ditangani dengan serius. CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto