Gerindra Demokrat ke Istana, PAN-PKS Tetap Oposisi?

News - Redaksi, CNBC Indonesia
13 October 2019 08:17
Gerindra Demokrat ke Istana, PAN-PKS Tetap Oposisi? Foto: residen Joko Widodo (kiri) dan Prabowo Subianto (kanan) saling berpelukan (ANTARA FOTO/Kumparan/INASGOC/Aditia Noviansyah)
Jakarta, CNBC Indonesia - Meski Partai Demokrat dan Partai Gerindra menunjukkan peluang merapat ke istana, sekutu kedua partai ini saat Pilpres 2019, PAN dan PKS mengaku akan menjadi oposisi.

"PAN sejauh ini memang sudah menyampaikan ke publik, kelihatannya kita akan berada di luar pemerintahan. Jadi pada waktu ulang tahun PAN kemarin bulan Agustus, baik Ketua Dewan Kehormatan maupun Ketua Umum, kami sudah menyampaikan bahwa periode ini kelihatannya kita akan berada di luar pemerintahan," kata Wasekjen PAN Saleh P Daulay dikutip dari Detik.com, Sabtu (12/10/2019).




Meski menyatakan diri bakal di luar pemerintahan, Saleh mengatakan PAN tetap mendukung program pemerintah yang prorakyat. PAN juga bakal memberikan kritik jika ada program atau kebijakan pemerintah yang dinilai melenceng.

"Walaupun kami berada di luar pemerintahan, kami tidak akan diam memberi kontribusi. Kami akan dukung kebijakan pemerintah jika sejalan dengan aspirasi dan keinginan masyarakat," ucapnya.

Saleh menyebut sejauh ini PAN tidak menginisiasi pertemuan dengan Jokowi. Namun, dia mengatakan, PAN terbuka jika diajak bertemu oleh pihak Jokowi.

"Memang kami tidak menginisiasi pertemuan semacam itu. Andaikata ada inisiasi dari pihak Jokowi untuk bertemu atau ada yang memediasi, saya kira itu hal yang bagus dilakukan untuk kepentingan lebih luas. Walau andaikata kami tidak bersama dengan pemerintah, dengan pertemuan semacam itu, gagasan besar kami terhadap advokasi masyarakat bisa disampaikan kepada Presiden," ucap Saleh.

Hal serupa juga diutarakan PKS. Partai ini menyatakan siap menjadi oposisi bahkan oposisi loyal.

"Demokrasi perlu kekuatan penyeimbang. Publik perlu dilindungi haknya dengan adanya partai yang berada dalam barisan #KamiOposisi dan #KamiOposisi yang kritis dan konstruktif. Dalam bahasa Pak Sohibul Iman, oposisi loyal," tutur Mardani.

Ketua DPP PKS Almuzzammil Yusuf juga menyebut terlepas dari ada tidaknya ajakan dari pemerintah, kader dan pengurus PKS di daerah mayoritas memilih oposisi. Alasannya, hal itu menyehatkan demokrasi.

"Terlepas ada atau tidak ada ajakan ke PKS , para kader dan pengurus PKS di daerah mayoritas memilih oposisi untuk menyehatkan demokrasi kita. Kita akan kritis konstruktif dan sportif sebagai oposisi," tutur Almuzzammil.

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengatakan partainya ingin memaksimalkan peran parlemen dalam mengawasi dan mengimbangi pemerintah. oleh sebab itu, PKS bakal berkomitmen berada di luar pemerintahan.

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading