Didoakan Jadi Menteri Lagi, Ini Pesan Jonan

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
11 October 2019 19:43
Didoakan Jadi Menteri Lagi, Ini Pesan Jonan Foto: Peresmian 13 titik penyalur BBM Satu Harga oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Jumat (11/10/2019) yang dipusatkan di SPBU Kompak 56.862.03 Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dok. BPH Migas)
Lembata, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan didoakan jadi menteri lagi ketika meresmikan SPBU Kompak 56.862.03 Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (11/10/2019).

Semua itu bermula ketika Bupati Kabupaten Lembata, Eliaser Yentji Sunur, menyodorkan sejumlah persoalan di wilayah yang dipimpinnya. Dia bilang, sebagai kabupaten di satu pulau, Lembata punya keunggulan potensi.




"Tapi juga ada keterbatasan-keterbatasan untuk mendorong potensi ini bisa dimanfaatkan secara ekonomi," ungkapnya di sela menyampaikan sambutan.

Dia menyoroti tiga persoalan utama, yakni terkait pasokan listrik, ketersediaan air bersih, dan distribusi BBM. Menurutnya, masih ada beberapa desa di Lembata yang belum dialiri listrik.

"Ada beberapa desa yang jangkauannya sangat jauh dari jaringan listrik PLN. Diharapkan kalau memang masih lama, mungkin bisa melalui PLTS terpusat," urainya.

Selain itu, untuk persoalan air besih, Lembata sebenarnya punya banyak potensi SDA. Namun, sumber air berada di dataran rendah, sedangkan mayoritas masyarakat Lembata tinggal di kaki-kaki bukit atau gunung. Karena itu, dia meminta dibangunkan sumur bor bertenaga listrik.

Ketiga mengenai distribusi BBM, sebelumnya Kabupaten Lembata hanya dilayani satu APMS. Adapun kuota BBM secara keseluruhan hanya 15 ribu ton per tahun.

"Ada 30 ribu ton per tahun total kebutuhan. Artinya ada defisit sehingga yang perlu ditingkatkan lagi kuota untuk penambahan BBM."

Di samping itu, keberadaan transportasi laut dan darat untuk mengirimkan BBM juga perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan. Apalagi, saat ini ada 2 SPBU yang baru saja dibangun.

"Kalau sudah ada 2 SPBU saya yakin tidak terlayani dengan baik, bisa saja ada yang kosong," lanjutnya.

Dengan sederet permintaan itu, dia ingin Jonan mengabulkan sebagai kado ulang tahun ke-20 Kabupaten Lembata yang tepat diperingati pada esok hari (12/10/2019).

"Besok hari ulang tahun ke-20 tahun kabupaten ini, kalau bisa semuanya disetujui saja lah. Pak menteri menjanjikan balik lagi, dan pasti nanti balik."

"Saya atas nama masyarakat Lembata sebenarnya sangat ingin Pak Menteri menginap di sini, namun karena ada kesibukan lain yang harus diutamakan, maka kita doakan saja Pak Jonan bisa jadi menteri lagi supaya bisa ke sini lagi," paparnya.

Merespons hal itu, Jonan mengucapkan sederet janji. Dia mempersilakan Pemda Lembata untuk berkoordinasi langsung dengan BPH Migas untuk membuka sub penyalur di pelosok desa.

"Kalau bisa sub penyalur nanti diubah menjadi SPBU kecil kan bisa," ujar mantan Direktur Utama PT KAI itu.

Dia juga mendorong Pertamina menambah truk tangki pengangkut BBM di Lembata. Jonan menilai, 1 truk tangki tidak akan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat 1 pulau.

"Ini satu pulau cuma 1, minimal 3 lah. Kalau mogok bagaimana. Juga angkutan laut, pilihannya ada 2. Pertama dengan kapal yang lebih besar, tapi harus ubah pelabuhan, terlalu lama. Jadi mungkin kapalnya seperti sekarang ditambah 2 atau 3," bebernya.

Selanjutnya, dia menyetujui pembangunan PLTS terpusat untuk mengalirkan listrik ke desa terjauh. Jonan bilang, harus ada lahan yang disediakan Pemda, nanti dibangun pakai APBN.

"PLTS terpusat oke, bapak kirim surat saja, tidak perlu ke Jakarta. Kalau lahannya ada, langsung kami bangun pakai APBN. Untuk sumur bor, kalau tarik air tergantung jarak dan sudut elevasinya. Saran saya, sudah ada program Pemprov yang diajukan, nanti kita cocokkan," pungkasnya.

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading