RI Ambil Alih Pengelolaan Wilayah Udara, Ini Penjelasan Luhut

News - Cantika Adinda Putri , CNBC Indonesia
11 October 2019 18:46
RI Ambil Alih Pengelolaan Wilayah Udara, Ini Penjelasan Luhut Foto: Muhammad Sabki
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah Indonesia akan mengambil alih pengelolaan wilayah udara atau Flight Information Region (FIR) dari Singpura secara bertahap.

Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Indonesia terus mendorong kerja sama terkait FIR dengan Singapura. Kata dia, dengan Singapura yang sudah mencapai tahap penandatanganan kerangka kerja sama.

"Frame work kerja sama itu sudah ditandatangani. Sekarang tinggal teknisnya dilakukan secara bertahap," ujar Luhut di kantornya, Jumat (11/10/2019).


Luhut juga menekankan bahwa terkait FIR tidak kaitannya sama sekali dengan kedaulatan negara. Pasalnya, sejak 45 tahun lalu, Indonesia belum memiliki sistem yang memadai untuk mengontrol penerbangan.


Sehingga pada akhirnya pengelolaan FIR didelegasikan ke Singapura. Kuasa Singapura atas langit Indonesia itu ditetapkan dalam pertemuan ICAO di Dublin, Irlandia, pada Maret 1946.

Dengan perjanjian itu, akhirnya Singapura menguasai sekitar 100 mil laut (1.825 kilometer) wilayah udara Indonesia. Wilayah seluas itu mencakup Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Natuna, Serawak dan Semenanjung Malaka.

Dengan demikian, pesawat Indonesia harus minta izin kepada otoritas penerbangan Singapura jika hendak terbang dari Tanjung Pinang ke Pekanbaru di wilayah kedaulatan RI sendiri. Hal sama juga berlaku bagi penerbangan dari Pulau Natuna ke Batam dan penerbangan-penerbangan lain di kawasan Selat Malaka.

"Sekarang kita sudah siap, kerangka kerjasama dengan Singapura sudah ditandatangani. Itu harus ada juga pengakuan dari negara-negara lain bahwa mereka sudah mengakui bahwa kita negara kepulauan, teknisnya masih ada yang perlu kita selesaikan," kata Luhut menjelaskan.

Otoritas Penerbangan Singapura pun mempercayai bahwa Indonesia bisa mengelola wilayah udara yang dulu dikelola oleh Singapura tersebut. Kata Luhut, Singapura sangat percaya dengan pemerintah Indonesia.


Luhut pun menekankan sekali lagi bahwa terkait FIR tidak ada kaitannya sama sekali dengan kedaulatan nasional.

"Jangan kita mengkaitkan FIR ini dengan kedaulatan nasional. Kita juga bicara mengenai defense agreement (perjanjian pertahanan) kalau ada bicara kedaulatan, dengan rendah hati saya katakan, jangan ada membawa isu-isu yang tidak perlu mengenai FIR," tegasnya.


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading