Gerindra Dapat Jatah Menteri? Puan: Jokowi Belum Ajak Ngomong

News - Redaksi, CNBC Indonesia
07 October 2019 12:27
PDIP tidak bisa serta merta menyatakan setuju atau tidak. Sebab, koalisi dibangun oleh sejumlah partai politik.
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani angkat bicara perihal kabar Partai Gerakan Indonesia Raya bergabung ke dalam koalisi pendukung Presiden Joko Widodo. Menurut dia, Jokowi belum mengajak koalisi untuk berbicara terkait hal tersebut.

"Presiden belum ngajak ngomong, belum ketemu Presiden," ujar Puan kepada wartawan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/10/2019), seperti dilansir detik.com.

Menurut ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia itu, PDIP tidak bisa serta merta menyatakan setuju atau tidak. Sebab, koalisi dibangun oleh sejumlah partai politik.


"Jadi ini semua merupakan hak prerogatif Presiden. Harus dibicarakan secara matang dan bersama-sama degan semua partai yang mendukung Pak Presiden. Kita lihat saja nanti," kata Puan.

Hal senada disampaikan Ketua DPP PDIP Hendarawan Supratikno. Ia menyebut Gerindra belum pasti bergabung ke dalam koalisi pendukung Jokowi meski pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih hanya dalam hitungan hari.

"Masih terus lobi tingkat tinggi," ujar Hendrawan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (7/10/2019).

Hendrawan belum mau membeberkan kendala yang membuat Gerindra masih belum pasti bergabung ke dalam koalisi pemerintah. Apakah karena belum ada kesepakatan terkait jabatan menteri atau masih ada partai politik yang belum menerima Gerindra bergabung dalam koalisi.



Sementara itu, Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono mengaku Gerindra tidak pernah meminta kursi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf.

"Pihak 01 (Koalisi Jokowi-Ma'ruf) yang menawarkan kursi kabinet itu ke Gerindra," katanya kepada CNN Indonesia, Jumat (4/10/2019).

Ia menyatakan, dalam pembicaraan dengan Koalisi Jokowi, Gerindra berkukuh pada beberapa konsep untuk membangun Indonesia ke depan. Fokus utama tetap terkait ketahanan pangan dan energi terbarukan.

"Untuk mewujudkan itu, jika seandainya Gerindra diminta untuk bergabung, syaratnya adalah program dan konsep tersebut harus dijalankan. Untuk itu ada beberapa pos yang harus dipegang untuk menjamin pelaksanaan program tersebut," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Pekan lalu, ramai beredar kabar bahwa Gerindra meminta jatah tiga menteri kepada Koalisi Jokowi. Bahkan tiga nama sudah beredar antara lain dua waketum, yaitu Fadli Zon dan Edhy Prabowo serta eks cawapres Sandiaga Uno.

Dari tiga nama itu, menuliskan Jokowi dipersilakan memilih satu. Namun, ada juga kabar lain yang menyebut ada dua nama yang akan diangkut ke kabinet.

[Gambas:Video CNBC]


(miq/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading