Sakit Hati Menteri Rini & 8 Direksi BUMN yang Terciduk KPK

News - Redaksi CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
04 October 2019 06:11
Selama Rini Soemarno menjadi Menteri BUMN ada 8 direktur pelat merah yang kena ciduk KPK, waduh bagaimana ini?
Jakarta, CNBC Indonesia- Nada suara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninggi ketika ditanya soal bertambahnya direksi pelat merah yang terciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rini tak terima diringkusnya para pejabat tersebut langsung dikaitkan dengan kinerja Kementerian BUMN. "Lho jangan gitu dong. Anda ngomongnya jangan BUMN," tegas Rini, saat dijumpai di kompleks istana Kepresidenan, kemarin siang.

Temuan kasus korupsi di perusahaan pelat merah makin sering terjadi belakangan ini. Dalam sepekan, lembaga antirasuah tersebut meringkus dua direktur utama BUMN, yang berada di bawah naungan Rini Soemarno.


Pekan lalu, KPK meringkus Direktur Utama BUMN bidang perikanan, yakni Perusahaan Umum (Perum) Perindo. Kasusnya terkait suap kuota impor ikan jenis tertentu.

Tak berapa lama, KPK melanjutkan dugaan perkara korupsi yang dilakukan antar BUMN, yakni PT Angkasa Pura II dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti).

Dalam perkembangan terbaru KPK menetapkan Direktur Utama PT Inti, Darman Mappangara, sebagai tersangka kasus dugaan suap antar-BUMN.

Ditemui saat menghadiri sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Kamis (3/10/2019), Rini menjawab pertanyaan awak media ketika disinggung perihal sejumlah pejabat perusahaan pelat merah yang ditangkap KPK.

Sejumlah Dirut BUMN diciduk KPK bagaimana tanggapan anda?
Loh jangan gitu dong. Anda ngomongnya jangan BUMN. Kita bicara itu kan perorangan. Kita selalu memang menjunjung tinggi proses hukum. Tapi harap dilihat itu adalah urusan perorangan. Dari awal kita di BUMN, saya mengeluarkan surat keputusan menteri bagaimana kita harus bekerja dengan transparan, dengan benar, itu semua kita lakukan.

Pengawasannya bagaimana?
Ya kita kan selalu melakukan pengawasan. Tapi ya memang kita kerja sama dengan KPK, kita bekerja sama dengan KPK dari awal. Membuat program-program supaya BUMN ini jelas rambu-rambunya.

Tindakan tegas?
Loh kan sudah. Langsung diberhentikan kalau kena.

Evaluasi ke depan akan seperti apa?
Begini loh ya. Masalahnya begini. Secara itu adalah perorangan. Anda bisa tahu nggak hati orang? Kita menganalisas seoptimal mungkin, kita lihat kemampuannya, kita lihat jejaknya yang kita anggap bagus. Tapi kita nggak tahu hati orang. Kita tak tahu godaan apa yang membuat mereka akhirnya lupa. Itu kan yang harus kita ini.... terus kita ingatkan dalam pertemuan, ada program, ada sistem, ada internal auditnya, dewan komisarisnya, juga mempunyai fungsinya. Kan jejakannya ada. Dewan komisaris, direksi dewan komisaris, itu semua ada internal audit. Kita bekerja sama dengan KPK juga. Itu akhirnya manusiawi.



8 Direksi BUMN Terciduk KPK di Bawah Rini
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading