BPH Migas Bakal Terapkan BBM 1 Harga di 330 Wilayah Terpencil

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
27 September 2019 16:19
BPH Migas Bakal Terapkan BBM 1 Harga di 330 Wilayah Terpencil
Jakarta, CNBC Indonesia - BPH Migas menargetkan 500 lokasi wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) sudah menerapkan BBM satu harga pada 2024 mendatang.

Kepala BPH Migas Fanshrullah Asa mengatakan sebanyak 170 titik 3T sudah berhasil menerapkan BBM satu harga pada tahun 2019.

"Kementerian ESDM melalui BPH Migas mendapat restu dari Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan pada 2024, BBM 1 harga mencapai 500 lokasi. Artinya ada 330 lokasi  BBM 1 harga lagi yang harus diwujudkan," kata Fanshrullah dalam sambutan pembukaan Hilir Migas Expo di JCC Senayan, Jakarta, pada Jumat (27/9/2019). 




Dalam acara pembukaan tersebut, juga hadir Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dan Menteri PPN/Kepala Bapenas Bambang Brodjonegoro.

Ifan, panggilan dari Fanshurullah, mengatakan BBM satu harga merupakan konsekuensi logis dari pemerintah untuk menjamin ketersediaan distribusi.

"Jadi kalau bicara keadilan, ada tiga keadilan, yaitu ketersediaan, distribusi, dan harga. Keadilan harga tidak bisa diwujudkan kalau tidak ada distribusi. Kalau keadilan distribusi tidak ada, maka tidak ada ketersediaan. Ini mata rantai penting," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ifan menyinggung 5 visi Presiden Joko Widodo. BPH Migas, katanya, ingin mewujudkan visi tersebut dengan tujuan menciptakan energi berkeadilan.

"Kami sampaikan bahwa BPH migas ingin mewujudkan 5 visi presiden, yaitu infrastruktur, investasi, reformasi birokrasi, SDM unggul, dan menggunakan APBN tepat sasaran," katanya.


Lebih lanjut ia mengungkap keinginan BPH untuk mewujudkan pipa trans Kalimantan menjadi infrastruktur nasional yang dapat menghubungkan seluruh Indonesia.

"Kami ga tahu kapan bisa diwujudkan. Kami mengharap keadilan kewilayahan bisa diwujudkan sebagai konsekuensi energi berkeadilan," tambahnya.


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading