Cukai Rokok Naik, Menaker: Kita Minta Jangan ada PHK!

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
23 September 2019 20:21
Cukai Rokok Naik, Menaker: Kita Minta Jangan ada PHK!
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri merespons soal sikap industri rokok yang memperkirakan akan ada PHk bila cukai rokok naik 23% mulai 2020. Namun, Hanif mengaku belum mendengar laporan dan meminta tak ada PHK.

"Belum, nanti kita akan diskusikan dulu dan nanti kita akan panggil industri rokok, untuk mendiskusikan soal itu. Kira-kira dampak dari kenaikan cukai rokok itu seperti apa," kata Hanif di Jakarta, Senin (23/9)

Hanif mengaku belum ada laporan soal PHK di industri rokok. Namun, sudah ada permintaan-permintaan diskusi dari sejumlah industri rokok sudah bermunculan.


Ia bilang dampak kenaikan cukai terhadap PHK di industri rokok tak langsung berdampak pada efisiensi hingga PHK, karena tergantung dari strategi masing-masing industrinya.

"Kalau kita sih mintanya jangan ada PHK lah. Walaupun cukainya naik," katanya

Rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran sebesar 35% pada awal 2020 berpotensi pada pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.

Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) Henry Najoan mengatakan dengan kenaikan tersebut kemungkinan produksi rokok nasional diproyeksi turun 15%.

"Dengan bisnis slow down perusahaan akan melakukan rasionalisasi, apakah siap menghadapi ini?" kata Henry, Rabu (18/09/2019).

Meski demikian dia belum bisa memastikan jumlah gelombang PHK yang akan menerpa industri rokok nasional pasca penerapan kenaikan cukai rokok pada Januari 2019. Pasalnya, setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda.

"Kami tidak bisa memberikan rincian angka, karena kebijakan perusahaan kan berbeda. Secara pengalaman kalau cukai sangat tinggi, maka perusahaan akan efisiensi, salah satunya efisiensi tenaga kerja," katanya. (hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading