Semua Takut Resesi, Investor Selamatkan Diri ke Emas

News - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
23 September 2019 07:36
Semua Takut Resesi, Investor Selamatkan Diri ke Emas
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan hubungan dagang AS dan China yang masih berlanjut menyebabkan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan. Hal ini tercermin dari indikator Economic Policy Uncertainty (EPU) dan Volatility Index (VIX) yang masih menunjukkan peningkatan.

Bank Indonesia, dalam Laporan Tinjauan Kebijakan Moneter September 2019, seperti dikutip CNBC Indonesia, Senin (23/9/2019), Risk aversion karena ketegangan hubungan dagang mendorong peningkatan permintaan US Treasury (UST) yang berdampak pada imbal hasil (yield) AS yang semakin rendah.

"Flight to quality tercermin dari penguatan UST. Permintaan terhadap UST masih tinggi tercermin dari term premium yang terus turun dan spread yang masih menarik terutama terhadap Euro bond," tulis BI.




Semua Takut Resesi, Investor Selamatkan Diri ke EmasFoto: Dok BI


Aliran dana investor ke safe haven assets tercermin dari penguatan Japannese Yen (JPY) dan harga Japannese Government Bond (JGB).

Imbal hasil (yield) Jepang juga mengalami penurunan, sejalan dengan imbal hasil (yield) AS, selaras dengan kenaikan permintaan JGB dan UST.

"Selain itu, terdapat peningkatan permintaan atas komoditas emas sebagai safe haven assets, yang tercermin pada kenaikan harga emas. Hal tersebut dipicu oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan peningkatan ketidakpastian terutama akibat berlanjutnya ketegangan hubungan dagang."

Respons kebijakan moneter longgar, terutama di negara maju, mendorong aliran masuk modal asing ke negara-negara emerging market tetap berlanjut.

Semua Takut Resesi, Investor Selamatkan Diri ke EmasFoto: Dok BI


Aliran modal ke negara berkembang masih tinggi, meskipun disertai dengan peningkatan volatilitas. Hal tersebut mengakibatkan penguatan mata uang regional, termasuk Rupiah terhadap dolar AS akibat peningkatan ekspektasi penurunan suku bunga AS untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Aliran modal ke negara berkembang juga sejalan dengan penurunan risiko negara EM (EMBI spread) yang mencapai level 342,9 dan risiko Indonesia (CDS) yang menurun mencapai level 75,4.





(sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading