Esemka Dianggap Mirip Mobil China, Menperin Tak Membantah

News - Redaksi, CNBC Indonesia
10 September 2019 12:14
Esemka Dianggap Mirip Mobil China, Menperin Tak Membantah
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto angkat suara soal adanya tudingan miring yang mengaitkan mobil Esemka Bima mirip dengan produk mobil China. Ia tak membantah soal tudingan itu, cuma ia menggarisbawahi kerja sama antar pabrikan kerap terjadi, sehingga wajar kalau ada kemiripan pada suatu produk.

Pada saat peluncuran Esemka Bima pada Jumat (6/9), warganet heboh dengan kemunculan foto-foto dan pernyataan di dunia maya yang mengaitkan Esemka dengan salah satu merek mobil China.

Menurutnya wajar kalau mobil terlihat mirip, karena sifat pengembangan industrinya yang bersifat terbuka. Ia mencontohkan dalam kasus pengembangan mobil nasional (mobnas) Vietnam Vinfast.




"Ya kan kalau mobil itu multisource multiplatform kan itu biasa. Kita nggak bisa bilang ini cuma jiplak, dibikin di mana juga, jadi itu biasa," ungkap Airlangga di kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (10/9/2019) dikutip dari detikcom.

Ia bilang selain pengembangan, kerja sama antar pabrikan pun kerap terjadi, jadi wajar kalau ada kemiripan pada produknya. "Ini bukan soal jiplak-jiplakan, tapi memang multisource dan multiplatform dan mereka punya kerja sama," kata Airlangga.

Airlangga tak menutup kemungkinan Esemka ada kerja sama dengan China yang membuat mobilnya terlihat mirip dengan pabrik mobil merek Changan asal China.

"Iya pasti, antara pabrikan punya kerja sama," kata Airlangga.

Contoh lainnya menurut Airlangga adalah mobil Vinfast pabrikan Vietnam juga bentuknya sama dengan BMW. Kedua pihak pun kata Airlangga sudah bekerja sama.

"Kita nggak pernah bilang Vietnam jiplak BMW, kan nggak karena mereka ada perjanjian," ungkap Airlangga.


Selain itu, ada Fiat di Italia yang mirip dengan mobil SEAT di Spanyol. Menurutnya bentuknya hampir sama tapi beda desain sedikit berbeda. "Sama seperti Fiat di Italia, di Spanyol ada yang mirip namanya SEAT, itu platformnya sama tapi desainnya berbeda sedikit," ungkap Airlangga.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara perihal keberadaan mobil Esemka. Luhut agak kesal dengan adanya anggapan bahwa mobil Esemka Bima yang model pick up mirip produk asal China.



Saat peluncuran Esemka Bima pada Jumat (6/9), warganet heboh dengan foto-foto sebuah mobil pick up buatan China, yang dikaitkan dengan Esemka Bima.

"Kita ini kayak kurang kerjaan saja. Yang ngomong-ngomong itu kurang kerjaan," kata Luhut di komplek parlemen Senayan Jakarta, Senin (9/9/2019).

Seperti dikutip dari detikcom, Changan dalam situs resminya memang mereka memiliki produk pick-up dengan nama MD201. Sepintas memang ada kemiripan antara Esemka Bima dengan Changan MD201, terutama dari sisi desain grille depan juga lampu.

Berdasarkan brosur Esemka Bima, spesifikasi mobil ini bermesin 1.2 L E-power 14 DOHC. Mobil pick up ini memiliki daya maksimum setara 72 kW atau kalau dikonversikan setara dengan 96,5 daya kuda dan torsi maksimum 119 Nm. Esemka Bima punya massa 2.150 kg.

Sedangkan Changan MD201, berdasarkan laman resminya, mobil ini mengusung mesin 1.2L DOHC 16-Valve 4 silinder. Mesin yang tersemat pada Changan MD201 bisa menghasilkan tenaga setara 97 daya kuda pada putaran 6.000 rpm dan torsi maksimum 119 Nm pada rpm 4.800. Changan MD201 punya massa 2.150 kg. Angka yang sama dengan Esemka Bima.

Secara dimensi, Esemka Bima memiliki panjang 4.560 mm, lebar 1.645 mm, dan tinggi 1.890 mm dengan kargo boks berukuran 2.750 mmx 1.600 mm x 460 mm. Sementara Changan MD201 punya panjang 4.564 mm, lebar 1.645 mm, dan tinggi 1.870 mm.

Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) Eddy Wirajaya membantah soal anggapan Esemka mirip dengan mobil China, karena Esemka benar-benar ingin serius bermain di industri otomotif Indonesia.

"Cuma ganti emblem dari mobil China? Lalu buat apa kami kerja sama dengan para supplier, buat apa kami kerja sama. Kami bekerja sama dengan mereka, seperti ban, pelek, knalpot, sasis kargo," kata Eddy beberapa waktu lalu kepada detikcom. (hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading