Berisiko, Terowongan Kembar Tol Cisumdawu Awalnya Dihindari

News - Redaksi, CNBC Indonesia
10 September 2019 07:52
Awalnya pembangunan terowongan kembar menembus gunung di Tol Cisumdawu sempat dihindari. Foto: Tol Cileunyi-sumedang-Dawuan (Cisumdawu), merupakan tol pertama di Indonesia yang menggunakan terowongan. (dok.instagram @kemenpupr)
Jakarta, CNBC Indonesia - Kemegahan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) Jawa Barat sempat dipamerkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui media sosial.

Orang nomor satu di Indonesia ini memamerkan kemegahan proyek pembangunan Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) yang menghubungkan titik Ranca Kalong dan Sumedang, Jawa Barat.

Jokowi memamerkan terowongan kembar sepanjang 472 meter yang menembus perut gunung. Terowongan ini adalah yang terpanjang bahkan yang pertama menembus gunung untuk jaringan tol di Indonesia.



"Terowongan ini berada di seksi dua Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Jalan tol ini panjangnya 61,5 kilometer yang terdiri atas enam seksi. Seksi 1-3 sepanjang 32,3 kilometer ditargetkan rampung akhir tahun 2020," kata Jokowi. 

Lima tahun lalu sebelum Jokowi memamerkan terowongan kembar sepanjang 472 meter yang menembus perut gunung ini. Pada Juni 2014, gagasan membangun terowongan kembar di proyek Tol Cisumdawu hanya salah satu opsi yang akan dipilih. Ada opsi lain selain membangun terowongan.

Saat itu pihak Satker Pelaksanaan Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu Kementerian PUPR seperti dikutip dari detikcom, sebelum memutuskan membangun terowongan, ada beberapa opsi untuk menghindari adanya konstruksi terowongan terutup menembus gunung. Kala itu opsinya memindahkan trase sisi Tanjungsari dan sisi Sumedang untuk menghindari risiko 'menabrak' gunung agar tak ada terowongan. Namun kala itu opsi ini tak jadi pilihan karena akan banyak mengubah trase lahan tol yang sudah dibebaskan.

Opsi lainnya yang juga tak jadi, adalah membangun lintasan terowongan terbuka dengan menggali bukit hingga kedalaman 50-60 meter, dengan risiko kerusakan ekosistem, potensi longsor yang tinggi karena lahan di lokasi merupakan tanah lunak.

Opsi ini memang sangat berisiko, karena bila gunung digali dengan kedalaman 60 meter, maka konsekuensinya punya lereng yang sangat curam, ada risiko tak stabil sehinggar berbahaya bagi pengguna tol karena rawan longsor.



Akhirnya, opsi pembangunan terowongan dipilih, tapi waktu itu awalnya ada opsi terowongan tertutup yang akan dibangun panjangnya lebih dari 1 Km. Namun karena pertimbangan efisiensi maka dicari lokasi yang lebih pendek untuk membangun terowongan.

Berisiko, Terowongan Kembar Tol Cisumdawu Awalnya DihindariFoto: Jalan Tol Cisumdawu / Kementerian PUPR


Pihak Satker sempat menyodorkan dua opsi pembangunan di dua lokasi yang panjang terowongan antara lain 1,05 km dan 1,2 km. Namun setelah dievaluasi dan pertimbangan engineering maka opsi terowongan yang panjang 1,2 km dicoret. Lalu lokasi calon terowongan sepanjang 1,05 km ditekan jadi hanya 500 meter, atau tepatnya kini 472 meter saja.

Berisiko, Terowongan Kembar Tol Cisumdawu Awalnya DihindariFoto: Ada Zig-Zag dan Menembus Bukit, Jokowi Pamer Tol Cisumdawu (Screenshot Instagram @jokowi)
Artikel Selanjutnya

Tol Terowongan Pertama di RI Dikebut Harus Kelar 2021


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading