Duh, Proyek Gas Rp 288 T RI Masih Susah Cari Pembeli

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
09 September 2019 15:17
Blok Masela masih jauh untuk dinikmati, masih tahap Amdal dan sedang survey untuk cari pembeli
Jakarta, CNBC Indonesia- Drama perjalanan salah satu blok gas raksasa RI, blok Masela, masih berjalan panjang. Meski PoD (plan of development) sudah diteken dua bulan lalu, setelah mangkrak 20 tahun lebih, masih belum jelas kapan RI mulai bisa memetik dan nikmati hasil dari tambang gas tersebut.

Blok Masela sering disebut-sebut sebagai salah proyek yang bisa menyelamatkan neraca gas RI di masa depan, jumlah cadangan gasnya bisa mencapai 18,5 trillion Cubic feet (Tcf) dengan kadar CO2 yang sangat rendah.




Masalahnya adalah, sudah ada cadangan tapi siapa yang akan beli pasokan gas berlimpah tersebut?

Vice President Corporate Services Inpex, selaku operator blok Masela, mengatakan sampai saat ini masih disusun dan melakukan assesment soal kandidat dan calon-calon pembeli. Beberapa perusahaan sedang dijajaki, termasuk PLN dan PGN yang jika jadi pembeli akan memanfaatkan gas tersebut untuk kebutuhan domestik.

"Kami sedang menyusun, assesment calon pembeli dari PGN, PLN, dan lainnya. Kami sudah tanya mereka butuhnya berapa? kualitasnya yang mana? Tapi belum ada kontraknya," kata Nico saat dijumpai di gelaran konvensi IPA, pekan lalu.

Menurutnya, Inpex tidak masalah pembeli datang dari dalam atau luar negeri.

Saat ini, proyek Masela juga masih masuk di tahapan penyelesaian Amdal yang prosesnya juga lumayan panjang. "Sudah konsultasi, dan lakukan kerangka acuan, kalau sudah akan digabungkan dengan pendapat umum. Kami mau cepat tapi gak tahu berapa lama, tapi setiap tahap ada waktunya," kata dia.



Inpex sendiri tak mau memperlambat proses agar hasil blok gas raksasa ini bisa cepat dinikmati. Setelah Amdal selesai, Inpex baru akan masuk ke tahap FEED untuk menentukan jenis kapal dan model kilang, sebelum akhirnya masuk ke tahap FID. "Kalau FEED kami bisa kontrol, kalau FID itu agak berat karena harus libatkan kontraktor."

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas Dwi Soetjipto, menuturkan investasi yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek Lapangan Abadi yakni sebesar US$ 42 miliar, sampai 2055.

"Investasi Rp 288 triliun atau US$ 22 miliar itu sampai 2027, nah nanti yang US$ 22 miliar itu antara 2027 sampai 2055. Seluruh spending sampai 2055 itu US$ 42 miliar. Untuk investasi setiap tahun, ada pemboran, ada operasional, dan sebagainya," tandas Dwi.

Duh, Proyek Gas Rp 288 T RI Masih Susah Cari Pembeli Foto: Infografis/Mangkrak 20 Tahun, Ini Blok Masela Senilai Rp 288 T /Arie Pratama


[Gambas:Video CNBC]


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading