Catat! 2020 Pejabat Kemenhub Wajib Pakai Mobil Dinas Listrik

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
08 September 2019 22:01
Kemenhub akan memulai soal kewajiban penggunaan kendaraan dinas bertenaga listrik pada 2020.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah telah menerbitkan peraturan presiden (Perpres) untuk kendaraan listrik pada Agustus lalu. Peraturan itu dinamakan Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle).

Penerbitan aturan itu dilakukan untuk mendukung program pemerintah agar masyarakat mulai menggunakan kendaraan listrik guna menjaga lingkungan dari polusi.

Menanggapi hal itu, Kementerian Perhubungan berupaya menjadi lembaga pertama di Indonesia yang seluruh kegiatan operasional bisa menggunakan kendaraan listrik.


"Dari sisi pemerintah kami buat satu aturan terkait mobil listrik, turunan PP 55... Terkait dengan itu, Kemenhub akan menggunakan bus listrik dan motor listrik pada kegiatan-kegiatan operasional," kata Ditjen Perhiubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani dalam acara "Ngobrol Bersama Wartawan" di Jakarta Pusat, Minggu (8/9/19).

 

Yani menyebut saat ini Kemenhub sedang mengupayakan kendaraan listrik bisa digunakan untuk pejabat Eselon 1 dan 2 paling lambat tahun depan.

"Eselon 1 dan 2 mungkin 150-an orang ... Tahun depan harus jadi," kata Yani.

Yani menyebut untuk sementara mobil-mobil tersebut akan disediakan dengan sistem sewa, pihaknya tak langsung membeli. Sementara untuk biayanya, ia mengatakan semua ini akan dibebankan kepada biro perencanaan.

Ia juga menyebut pihak Kemenhub tengah melakukan diskusi terkait sewa kendaraan listrik dengan pihak Blue Bird yang sudah menyediakan kendaraan umum berbasis listrik di Jakarta.

 

"Kita baru bicara. (Presiden Direktur Blue Bird) Bu Noni Purnomo bisa sewakan kendaraan listrik ke eselon 1 dan 2, setahun bayar berapa? Kalau sudah tahu sewa berapa pasti di biro perencanaan akan hitung karena ini bisa terpusat direncanakan biro perencanaan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Yani juga menjelaskan bahwa mobil listrik memiliki keunggulan jika dibandingkan mobil biasa. Oleh karenanya ia yakin masyarakat pasti akan beralih dengan sendirinya ke kendaraan listrik.

"Saya kira itu alamiah. Orang pasti kalau kendaraan listrik sudah murah, enggak perlu bensin dan perawatan yang banyak, orang pasti akan beralih. Seperti revolusi industri dari mesin diesel... itu sama. Mau enggak mau orang pasti mengganti. Insentif pasti akan diberikan," katanya.

Artikel Selanjutnya

Daftar Mobil-Motor Listrik di RI, Siap Dipinang DP 0%


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading