Prabowo Punya Lahan di Ibu Kota Baru, Menteri ATR: Tak Ada!

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
27 August 2019 15:56
Prabowo Punya Lahan di Ibu Kota Baru, Menteri ATR: Tak Ada!
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil memastikan tak ada nama siapapun dibalik pemindahan ibu kota di Kalimantan. Santer dikabarkan bahwa ada nama Prabowo Subianto dan adiknya Hashim Djojohadikusumo hingga nama Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan punya lahan di calon ibu kota negara yang baru tersebut.

Merespons banyak pemberitaan terkait kepemilikan lahan di calon ibu kota Indonesia oleh ketiga tokoh tersebut, Menteri Sofyan menangkis pemberitaan seputar kabar yang menyebutkan hal tersebut.

"Sepanjang yang saya tahu, tidak ada nama tersebut. Ada Hutan Tanaman Industri (HTI) yang akan kena, tapi bukan (milik) yang disebutkan tadi," katanya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Dia juga memastikan, tak ada keuntungan yang diambil oleh pihak manapun. Saat ini, Kementerian masih melakukan Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) untuk seluruh tanah yang ada.


"Oleh sebab itu, konspirasi, keuntungan itu tidak ada. tapi kita belum bisa umumkan detailnya, karena akan verifikasi. IP4P tim di lapangan sedang lakukan itu," imbuhnya.

Dia memastikan, lahan yang akan menjadi ibu kota baru sebagian besar merupakan milik negara. Sehingga, terkait dengan urusan pertanahan, menurutnya tak ada kesulitan.

"Itu kalau selesai akan tahu, lebih dari 90 persen adalah tanah negara," tegasnya.

Sebelumnya, dalam tulisan berjudul 'Ibu Kota Baru' itu, Dahlan Iskan, Mantan Menteri BUMN sekaligus mantan Direktur Utama PLN mengatakan ada sosok Prabowo di balik cikal bakal ibu kota baru RI di sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara dan sebagaian Kebupaten Penajam Paser Utara.

Pernyataan ini mencuat setelah Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Keputusan itu disampaikan Jokowi dalam keterangan pers di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin, Senin (26/8/2019).

"Hasil kajian menyimpulkan lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara di provinsi Kalimantan Timur," ujar Jokowi. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading