Investasi Lesu, Menkeu Minta Kementerian-Pemda Kerja Keras

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
26 August 2019 12:25
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, meminta kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah bekerja keras.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja investasi hingga kuartal II-2019 melambat, hanya tumbuh sekitar 5%. Tahun lalu, investasi atau penanaman modal tetap bruto (PMTB) bisa tumbuh di atas 6%. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, meminta kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah bekerja keras.

Sri Mulyani mengatakan, di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, sebenarnya arus modal asing yang masuk ke investasi keuangan di Indonesia meningkat signifikan, terutama di obligasi dan saham.

Namun, ujar Sri Mulyani, investasi di instrumen keuangan ini harus bisa ditarik menjadi investasi riil sehingga bisa memberikan efek ekonomi yang lebih luas.


"Kita harus bekerja keras agar inflow bisa menjadi investasi riil yang tumbuh di atas 5%. Di 2018 hampir di atas 6% investasinya. Kita berharap para kementerian/lembaga yang terkait dan pemda bisa bekerja keras, dalam menerjemahkan sentimen itu, meski kondisi global sedang tidak baik," tutur Sri Mulyani saat  konferensi pers APBN KiTa di kantornya, Jakarta, Senin (26/8/2019).


Tren penurunan investasi, khususnya penanaman modal asing (PMA), ujar Sri Mulyani, terlihat sejak pertengahan 2018 lalu. Ini karena gejolak nilai tukar rupiah dan juga ketidakpastian ekonomi global yang meningkat akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.


Namun mulai kuartal II-2019, kondisi PMA mulai membaik dan bisa tumbuh 9,2%. "Kami berharap tren pembalikan ini bisa terjadi di semester kedua, sehingga kami berharap pertumbuhan ekonomi tetap tinggi meski ekspor masih kontraksi," jelasnya.

Kondisi ekonomi Singapura yang tertekan, kemudian perang dagang antara AS-China, serta ketidakpastian politik di Hong Kong, diharapkan bakal membuat investor beralih ke Indonesia yang kondisinya menurut Sri Mulyani lebih baik.

[Gambas:Video CNBC]
(wed/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading