Apa Alasan Jokowi Percepat Susunan Kabinet Baru?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
15 August 2019 10:20
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan susunan kabinet baru sudah final.
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan susunan kabinet baru sudah final. Jokowi pun mengungkapkan pengumuman nama-nama menteri kabinet pun tak harus menunggu dirinya dilantik sebagai Kepala Negara untuk periode kedua pada Oktober 2019.

Berbicara usai menghadiri upacara peringatan Hari Pramuka ke-58 di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Jokowi lantas mengungkap alasan mempercepat penyusunan kabinet baru.


"Kalau kita lihat, masyarakat menunggu, pasar juga menanti, sehingga sebetulnya semakin cepat diumumkan, semakin baik," tegas Jokowi.


Mantan Gubernur DKI Jakarta ini memastikan jajaran kabinetnya akan diisi dengan komposisi 55% kalangan profesional dan 45% berasal dari partai politik. Dari segi usia, Jokowi menyebut rata-rata usia 'anak buahnya' akan bervariasi.

"Yang ada yang umur-umur gitu, yang muda dan setengah muda, dan ada yang setengah tua. Perkiraan 55 [profesional] 45 [partai politik]," kata Jokowi.

Di periode kedua pemerintahannya, Jokowi bahkan akan kembali merombak struktur nomenklatur kementerian lembaga, seperti yang pernah dilakukan ketika baru menjadi kepala negara pada 2014.

"Ada [kementerian dan lembaga] yang digabung dan ada muncul yang baru. Nanti kalau sudah waktunya tahu semuanya. Jangan nebak-nebak," tegasnya.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media massa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/8/2019), eks Wali Kota Solo itu buka-bukaan perihal kabinet mendatang.

Selain menjelaskan ihwal kriteria menteri atau pejabat setingkat menteri yang akan mewarnai kabinet Jokowi-Ma'ruf periode 2019-2024, Jokowi juga bicara perihal sikap partai politik pendukung pasangan capres dan cawapres dari Koalisi Indonesia Kerja itu.

Satu pertanyaan yang mengemuka, apakah parpol menerima keputusan Jokowi?

"Kamu tahu ndak kabinet itu apa? kabinet itu hak prerogatif presiden. Menteri itu adalah hak prerogatif presiden," kata Jokowi kepada wartawan.

Mantan Wali Kota Solo ini juga ditanya perihal parpol yang meminta jatah menteri dalam jumlah tertentu. Tidak terkecuali Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menginginkan banyak menteri.

"Ya saya sampaikan tadi," ujar Jokowi.

Saat kubu banteng tagih jatah menteri.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Siap-siap! Ini Potret Kementerian Baru Jokowi Periode II


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading