Output Industri Juli Jatuh, Resesi Tirai Bambu Makin Menganga

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
14 August 2019 12:00
China mencatat penurunan laju pertumbuhan output industri di titik paling rendah selama 17 tahun terakhir, di Juli 2019 ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Penurunan ekonomi China makin nyata. Negara itu mencatat penurunan laju pertumbuhan output industri di titik paling rendah selama 17 tahun terakhir, di Juli 2019 ini.

Sebagaimana dilansir Reuters, data Biro Statistik Nasional China memaparkan output industri hanya tumbuh 4,8%, jika dibandingkan pertumbuhan Januari-Juli tahun sebelumnya. Permintaan tercatat melemah, bukan hanya dari luar tapi juga di pasar domestik.

Padahal, sebelumnya analis memperkirakan pertumbuhan output industri akan melambat menjadi 5,8%, dari pertumbuhan sebelumnya di Juni sebesar 6,3%.



Pertumbuhan penjualan ritel juga lebih lemah bahkan dari perkiraan paling pesimistis sekalipun. Di Juli pertumbuhan hanya 7,6%. Padahal di Juni angkanya mencapai 9,8% dan analis sempat memprediksi di level 8,6%.

Investasi aset-tetap hanya 5,7% pada periode Januari-Juli. Padahal di Januari- Juni, angkanya di 5,8%.

Investasi aset-tetap sektor swasta, yang menyumbang sekitar 60% dari total investasi negara, itu, tumbuh hanya tumbuh 5,4% dari Januari-Juli. Sebelumnya dari januari-Juli, angkanya pertumbuhan lebih tinggi, yakni 5,7%.


Perekonomian China terlihat melambat dan menuju titik terendah selama 30 tahun di kuartal kedua 2019 ini. Kepercayaan bisnis juga goyah, menyebabkan investasi terbebani.

Investor khawatir perang perdagangan yang lebih lama antara dua ekonomi terbesar dunia itu dapat memicu resesi global. Pemberlakukan tarif telah memukul perdagangan dunia, investasi, dan keuntungan perusahaan.

Ini juga mendorong beberapa produsen barang asal China memindahkan produksinya ke negara-negara tetangga. Mereka membangun kembali rantai pasokan di luar China.

Kementerian Perindustrian China mengatakan, bahwa negara itu akan membutuhkan upaya keras untuk mencapai target pertumbuhan output industri 2019,. Analis mengatakan, Beijing perlu memberikan lebih banyak stimulus untuk mencegah penurunan yang lebih dalam dan membantu menstabilkan pertumbuhan.

[Gambas:Video CNBC]


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading