Yuan Dilemahkan, JK: China Tak Bodoh

News - Efrem Siregar, CNBC Indonesia
08 August 2019 06:52
JK mengomentari pelemahan Yuan oleh China
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengomentari langkah China yang melemahkan mata uang Yuan. Menurutnya, langkah pelemahan Yuan membuktikan bahwa China adalah negara pintar.

Hal itu disampaikan JK saat memberi sambutan pada perayaan ulang tahun ke-24 INDEF di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (7/8/2019) malam.

Awalnya, JK berbicara tentang dilema persaingan pasar dalam negeri akibat serbuan produk China. Ia kemudian membandingkannya dengan China yang tengah berperang dagang dengan Amerika Serikat.


"Begitu AS kenakan bea masuk kepada komoditi China, terjadi (peningkatan) harga barang-barang konsumsi dari China yang dikenakan (bea) 20 persen. China tidak bodoh. Dia melemahkan Yuan, maka harga turun 20 persen di Amerika," kata JK di hadapan para ekonom INDEF dan tamu undangan.

Sebagai catatan, dengan melemahnya mata uang Yuan, maka produk ekspor China akan menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Karena itu jika merujuk pada penjelasan JK, harga barang impor dari China yang beredar di AS akan kembali normal setelah sempat melambung akibat bea masuk yang ditetapkan negeri Paman Sam. Ini menunjukkan peta ekonomi dunia sudah berubah, China kini kian liberal, dan AS yang makin protektif.


Dari fenomena ini, JK pun menganggap perlunya gagasan-gagasan ekonomi dari para ahli untuk menjawabnya. Termasuk INDEF yang merupakan lembaga independen yang fokus mengamati perekonomian Indonesia.

"Artinya bagaimana barang impor murah, barang ekspor akan kemahalan, hal itu akan menjadi pemikiran-pemikiran. Bagaimana hal itu teratasi di masa mendatang. Karena itulah kita butuh INDEF dengan pemikiran independent. Kita (pemerintah) menjaga kepentingan semua pihak, masyarakat konsumen dan produsen agar bayar pajak," kata JK.



(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading