Usai Gempa M 5,8, BMKG Catat Ada 9 Gempa Susulan di Bali

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
16 July 2019 11:26
Usai Gempa M 5,8, BMKG Catat Ada 9 Gempa Susulan di Bali
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar keterangan pers terkait gempa Bali di kantor pusat BMKG, Jakarta, Selasa (16/7/2019) pagi. Turut hadir sebagai narasumber antara lain Deputi Geofisika BMKG Muhamad Sadly.

"Hingga pukul 10.00 WIB, hasil monotoring BMKG menunjukkan sembilan kali aktivitas gempa bumi susulan (after shock) dengan magnitude terbesar M=3,2 dan magnitude terkecil M=2,4)," tulis @infoBMKG.

Namun, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.


Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi itu berkekuatan M 6,0 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 5,8. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali, pada kedalaman 104 km.

"Gempa bumi selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam rilis yang diterima CNBC Indonesia.



"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault)," lanjutnya.

BMKG melaporkan, guncangan gempa bumi itu dilaporkan dirasakan di daerah Badung V MMI, Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, Jember, Lumajang II- III MMI.

Foto: Gempa Bumi di Bali (AP Photo/Firdia Lisnawati)
(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading