Subsidi Solar Turun Tahun Depan, Jonan Usul Penyesuaian Harga

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
15 July 2019 18:00
Menteri Jonan meminta pendapat komisi VII DPR RI soal penyesuaian harga BBM jenis solar, terkait dengan turunnya subsidi di tahun depan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaksanakan rapat kerja dengan Komisi VII DPR. Salah satu yang dibahas yakni mengenai subsidi energi.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menuturkan, di 2020 mendatang, subsidi solar yang disepakati maksimal Rp 1.500. Namun, lanjut Jonan, dirinya mendapat laporan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, ketika dibahas di panja anggaran Badan Anggaran (Banggar), ditetapkan subsidi solar sebesar Rp 1.000.




"Ini kalau ditetapkan nanti (di pembahasan tingkat lanjut), mungkin lihat penyesuaian (harga) eceran di 2020. Tapi ini terserah Komisi VII, apakah harganya perlu disesuaikan dari posisi saat ini atau tidak," ujar Jonan, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Adapun, sebelumnya, Komisi VII dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memang sudah sepakat untuk menetapkan besaran subsidi solar di 2020 mendatang sebesar Rp 1.500/liter.

Besaran yang disepakati tersebut mengalami penurunan dari usulan awal yang diajukan oleh Kementerian ESDM, yakni Rp 2.000 per liter.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menjelaskan, pada dasarnya harga jual solar tidak bergantung pada subsidi.

"Coba, kan ada formula harga penetapan oleh pemerintah. Dua tahun lalu subsidi solar Rp 500, harga jualnya Rp 5.150, tahun lalu, subsidi up to Rp 2000, harga solarnya juga Rp 5.150, tahun ini juga subsidi Rp 2000, harga jualnya tetap, Jadi, ada hubungannya sama harga tidak? Harga itu nanti ditetapkan oleh menteri," jelas Arcandra saat dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Lebih lanjut, ia mencontohkan, ada komponen formula, misalnya harga jual Rp 550, harga formula misalnya Rp 7000. Kekurangan tersebut, lanjut Arcandra, ditombokin dulu lewat subsidi. 

"Lalu dilihat ada lagi kurangnya atau tidak, malah bisa jadi Rp 1.500 itu, karena minyak turun yang kepakai cuma Rp 750 atau Rp 1.000, kan maksimum sesuai harga formula. Nah begitu saja," pungkasnya.


(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading