Meroket 48%, BUMN 'Hobi' Tambah Utang Luar Negeri!

News - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
15 July 2019 17:11
Meroket 48%, BUMN 'Hobi' Tambah Utang Luar Negeri!
Jakarta, CNBC Indonesia - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) swasta, termasuk di dalamnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), per akhir Mei 2019 sebesar US$ 196,9 miliar. Jumlah tersebut tercatat naik 11,3% dibanding posisi tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).
Peningkatan ULN paling pesat terjadi pada BUMN bukan lembaga keuangan, yaitu sebesar 48% YoY. Adapun peningkatan ULN Bank BUMN juga sangat tinggi, yaitu 0,35% YoY. Sedangkan ULN BUMN lembaga keuangan non bank hanya naik 1%.
Meski demikian, pertumbuhan ULN swasta pada Mei 2019 lebih lambat dibanding bulan sebelumnya sebesar 14,7% YoY.
Bank Indonesia (BI) mengatakan hal tersebut terajadi akibat penurunan posisi utang di sektor jasa keuangan dan asuransi. Posisi ULN sektor tersebut pada bulan Mei hanya US$ 48,8 triliun yang mana turun dari posisi bulan sebelumnya sebesar US$ 51,03.
Perusahaan yang termasuk lembaga keuangan masih mendominasi porsi ULN swasta, dengan posisi US$ 149,4 miliar (setara 75% dari total ULN swasta) pada bulan Mei 2019.
Berdasarkan sektor, ULN swasta masih didominasi oleh empat sektor berikut:
  • Jasa Keuangan dan Asuransi : US$ 48,8 miliar
  • Industri Pengolahan : US$ 35,5 miliar
  • Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara (LGA) : US$ 32,18 miliar
  • Pertambangan dan Penggalian : US$ 31,47 miliar
Empat sektor tersebut menguasai 75,2% dari total ULN swasta.
Sementara Singapura tercatat sebagai negara pemberi utang terbanyak pada perusahaan swasta Indonesia dengan nilai mencapai US$ 65,01 miliar pada bulan Mei 2019. Disusul oleh Amerika Serikat (AS) dan China yang masing-masing sebesar US$ 20,58 miliar dan US$ 15,7 miliar.
Sama halnya dengan pemerintah, ULN perusahaan swasta juga sebagian besar merupakan utang jangka panjang. Sebanyak US$ 148,37 miliar atau 75,3% dari ULN swasta per Mei 2019 merupakan utang jangka panjang.
Sebagai informasi, ULN jangka panjang merupakan utang yang memiliki waktu jatuh tempo lebih dari 1 tahun.
Dengan begitu, struktur ULN swasta Indonesia dinilai masih tetap sehat lantaran memiliki waktu yang relatif panjang untuk membayar.


TIM RISET CNBC INDONESIA





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading